Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Wakil Bupati Madiun Tampilkan 14 Bonsai Koleksi Pribadi, dalam Madiun Nyawiji Bonsai Festival 3 Tahun 2026

BERKAH News24– Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, ternyata merupakan seorang penghobi bonsai. 

Pada kegiatan Madiun Nyawiji Bonsai Festival 3 Tahun 2026, yang digelar dihalaman Pendopo Ronggo Djumeno, setidaknya ada 14 pohon bonsai milik dr. Purnomo Hadi yang ikut serta memajang keindahannya di arena pameran dan bersaing dengan karya-karya terbaik dari peserta lainnya.

Seorang ASN Pemkab Madiun terlihat menikmati pameran bonsai di Halaman Ronggo Djumeno,Rabu (29/7/2026)

Event tahunan ini berhasil menyedot perhatian ratusan peserta dari berbagai wilayah di Jawa Timur hingga Jawa Tengah, dengan menampilkan total 404 pohon bonsai. 

Dari jumlah tersebut, kompetisi terbagi ke dalam dua kelas utama, yakni 254 pohon pada kelas Reguler dan 150 pohon pada kelas Golden Small.

Kegiatan yang dilaksanakan Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Madiun ini, menarik perhatian masyarakat umum, jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga pejabat di lingkungan Pemkab Madiun. 

Salah satunya terlihat Siti Zubaidah Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum Dan Politik Pemkab Madiun yang tampak mengagumi jajaran tanaman bonsai indah yang terpajang rapi, Rabu (29/7/2026).

Salah satu bonsaikoleksi Wakil Bupati Madiun,dr. PurnomoHadi yang turut dalampameran

Salah seorang pengunjung yang juga ASN di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun, Luluk Humaira, mengaku senang dengan diselenggarakannya event tersebut.

"Ya ini bisa memotivasi teman-teman yang suka bonsai dan masyarakat penikmat bonsai agar apa yang di Pemkab Madiun ini supaya bisa lebih berkembang, lebih maju lagi untuk arah bonsai ini. Paguyubannya luar biasa," ujar Luluk di lokasi pameran Rabu (29/7/2026).

Luluk yang mengaku tertular kegemaran merawat bonsai dari sang suami menuturkan bahwa daya tarik utama seni bonsai terletak pada proses pembuatannya yang memakan waktu dan kesabaran tinggi. Secara khusus, ia mengagumi bonsai yang masuk dalam kategori "matang".

"Sebenarnya yang jenisnya matang ya, karena itu susah, butuh usia yang lama. Pemeliharaannya butuh effort, karena memang prosesnya itu. Yang dinikmati itu prosesnya, enggak ada bonsai yang instan. Proses kenikmatan, bahan pertumbuhannya, bentuknya, serta keunikannya itu yang jadi nilai plus," tambahnya.

Melalui digelarnya Madiun Nyawiji Bonsai Festival 3, Luluk berharap Pemkab Madiun dapat terus memberi ruang dan mendukung para komunitas pecinta tanaman agar mampu membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.

"Harapannya para pecinta bonsai ini terakomodir. Terbukti Pemkab Madiun mewadahi ini dan semoga bisa eksis ke kancah nasional membawa nama Kabupaten Madiun. Kalau bisa event seperti ini rutin digelar, setahun sekali atau bahkan setahun dua kali," lanjutnya.

Pameran ini menjadi bukti nyata sinergi antara komunitas seni, masyarakat, dan jajaran pemerintah daerah dalam mendorong ekonomi kreatif sekaligus melestarikan tanaman hias bernilai seni tinggi di Kabupaten Madiun.(as/BN24)

close
Pasang Iklan Disini