BERKAH News24 - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Statistik, Imam Fahamsyah membuka Rapat Kerja Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur 2026 di Aula Anjasmoro, Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Rabu (29/7/2026).
Dalam sambutannya, pihaknya mengapresiasi penyelenggaraan Rapat Kerja AMSI Jawa Timur sebagai forum strategis untuk memperkuat kolaborasi media siber dalam menghadapi percepatan transformasi digital, termasuk perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, media memiliki peran penting dalam membangun ekosistem digital yang sehat, inovatif, dan berkelanjutan.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Timur, tingkat pemanfaatan AI di masyarakat masih relatif rendah. Baru 18,2 persen responden yang telah memanfaatkan AI dalam aktivitas sehari-hari, baik untuk menyelesaikan pekerjaan maupun kebutuhan lainnya. Sementara itu, sebanyak 81,8 persen responden masih belum menggunakan teknologi AI.
"Data ini menunjukkan bahwa adopsi AI di Jawa Timur masih menjadi tantangan sekaligus peluang. Karena itu, penguatan kapasitas seperti yang dilakukan melalui Rapat Kerja dan seminar ini menjadi implementasi nyata agar media, pelaku UMKM, dan masyarakat semakin siap memanfaatkan AI dalam mendukung produktivitas serta menghadapi transformasi digital," ujarnya.
Menurutnya, Jawa Timur memiliki modal ekonomi yang kuat untuk mengakselerasi transformasi digital. Tiga sektor utama, yakni industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian, masih menjadi penopang utama perekonomian daerah. Jawa Timur juga menjadi kontributor ekonomi terbesar kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta dengan kontribusi sebesar 25,16 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa dan 14,4 persen terhadap perekonomian nasional. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada 2026 pun mencapai 5,96 persen atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen.
Ia menambahkan, sektor ekonomi kreatif juga terus menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 6,86 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah saat ini juga tengah melaksanakan Sensus Ekonomi Nasional yang turut memotret perkembangan industri ekonomi kreatif, termasuk potensi besar yang dimiliki Jawa Timur sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional.
"UMKM tetap menjadi tulang punggung perekonomian. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk melalui kolaborasi dengan media siber, menjadi langkah penting untuk mempercepat adopsi teknologi digital dan AI sehingga mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Jawa Timur," katanya.
Ketua AMSI Jawa Timur, Yatimul Ainun mengatakan Rapat Kerja AMSI Jawa Timur menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas organisasi sekaligus memperkokoh daya saing perusahaan media siber di tengah perubahan landskap industri media yang semakin dinamis.
Menurutnya, artificial intelligence bukan lagi sekadar tren, melainkan telah menjadi bagian dari ekosistem media yang harus direspons secara bijak. Karena itu, melalui seminar nasional dan rapat kerja, AMSI ingin mendorong anggotanya agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalistik.
"Melalui Rapat Kerja ini kami ingin menyusun program yang semakin relevan dengan kebutuhan anggota. AMSI harus menjadi ruang kolaborasi, saling menguatkan, dan menghadirkan inovasi agar media siber tetap tumbuh sehat, profesional, serta mampu menjawab tantangan zaman," pungkas Ainun. (byu/hjr/p)






