Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Hadapi Arus AI, Pada Mahasiswa Bupati Madiun Berpesan Jadikan Budaya Perisai

BERKAH News24— Bupati Madiun, Hari Wuryanto, berpesan pada para mahasiswa untuk menjadikan budaya lokal sebagai perisai utama, dalam menghadapi derasnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). 

Menurutnya, kemajuan teknologi yang sangat pesat harus diimbangi dengan penguatan karakter dan kearifan lokal agar generasi muda tidak kehilangan jati diri.

Hal ini disampaikan Bupati Hari Wuryanto saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Selasa (18/8/2026).

Dalam pemaparannya, Bupati Hari Wuryanto menegaskan bahwa budaya merupakan warisan leluhur yang berperan besar membentuk karakter bangsa. Nilai-nilai seperti integritas dan sopan santun yang terkandung di dalamnya dapat menjadi benteng pertahanan dari dampak negatif pergaulan di era digital.

“Budaya itu bukan agama, tapi satu ajaran yang harus membentuk karakter anak-anak supaya terus dijaga. Kalau mereka tahu budaya yang ada di Indonesia, Insyaallah tidak terjadi permusuhan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa AI pada dasarnya hanyalah perangkat bantu ciptaan manusia. Oleh karena itu, mahasiswa diminta tidak menerima seluruh informasi dari mesin secara mentah-mentah tanpa filterisasi nilai-nilai lokal.

“Jangan sampai panjenengan malah percaya dengan alatnya. AI itu tidak konsisten jawabnya. Jadi tetap budaya kita sebagai benteng supaya tidak terpengaruh,” tegas Bupati Madiun.

Penekanan pada aspek kebudayaan ini sejalan dengan tema utama PKKMB Fisipol Unesa yang diusung untuk merespons kekhawatiran atas cepatnya perubahan zaman di era teknologi.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fisipol Unesa, Muhammad Hisyam Asrofi, mengungkapkan bahwa perkembangan pesat AI berisiko memicu kebiasaan berpikir instan (pragmatis) serta kecenderungan mengikuti tren (FOMO) di kalangan pemuda.

“Budaya itu menjadi identitas sebagai benteng mahasiswa. Teman-teman perlu benteng agar tidak mengalami arus perubahan yang tajam tanpa filterisasi di era ini,” ungkap Hisyam.

Pihak BEM Fisipol Unesa secara khusus mengundang Bupati Madiun karena menilai Kabupaten Madiun memiliki basis kekayaan budaya lokal yang kuat, salah satunya tradisi pencak silat. 

Nilai-nilai tersebut dipandang sebagai contoh nyata bagaimana identitas daerah dapat terus dipertahankan sekaligus membentengi pembentukan karakter mahasiswa di tengah gempuran modernisasi.(as/BN24)

close
Pasang Iklan Disini