Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Matangkan Operasional Sekolah Rakyat, 199 Calon Siswa di Kabupaten Madiun Jalani Cek Kesehatan Gratis

BERKAH News24 — Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Sosial bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) RI terus mematangkan persiapan operasional Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Madiun.

Sebagai langkah awal, sebanyak 199 calon siswa (casis) diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan gratis untuk memastikan kondisi fisik mereka siap mengikuti jadwal pendidikan.

Pemeriksaan kesehatan massal ini menyasar seluruh calon siswa dari semua tingkatan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Kegiatan tersebut berpusat di aula gedung baru SR Kabupaten Madiun pada Senin (13/7/2026).

Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Bencana dan Kedaruratan Kemensos RI, Rachmat Koesnadi, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan tahapan yang sangat krusial sebelum proses belajar-mengajar dimulai.

"Cek kesehatan gratis ini sangat dibutuhkan agar diketahui kondisi kesehatan mereka, karena nantinya mereka akan mengikuti kegiatan yang cukup padat di Sekolah Rakyat ini," ujar Rachmat, Senin (13/7/2026).

Dalam prosesnya, tim medis tidak hanya mengukur tinggi dan berat badan, tetapi juga melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam, meliputi pemeriksaan tekanan darah (tensi), cek sampel darah, cek sampel urine.

Rachmat menambahkan, jika dalam pemeriksaan ditemukan siswa yang membutuhkan penanganan medis intensif atau memiliki risiko tinggi, pihak sekolah akan langsung merujuk mereka ke Puskesmas setempat atau RSUD di Kabupaten Madiun.

Pemerintah sengaja memanfaatkan jeda waktu sekitar dua minggu—terhitung dari tanggal 14 atau 15 Juli hingga akhir bulan—untuk memberikan perawatan intensif bagi siswa yang membutuhkan. Langkah ini diambil agar seluruh siswa benar-benar dalam kondisi prima saat masa orientasi dimulai.

Terkait fasilitas penunjang, Rachmat memastikan ruang klinik kesehatan beserta ketersediaan obat-obatan di lingkungan sekolah sudah siap digunakan. Untuk penanganan medis awal, pihak sekolah bersinergi dengan Puskesmas terdekat. Kedepan, direncanakan akan ada petugas perawat serta dokter internal yang bersiaga di lingkungan sekolah.

Selain fasilitas kesehatan, aspek pendampingan karakter siswa juga menjadi prioritas. Selama proses belajar-mengajar dan tinggal di asrama, para siswa tidak hanya didampingi oleh kepala sekolah dan guru, melainkan juga oleh wali asuh serta wali asrama yang jumlahnya disesuaikan dengan proporsi siswa.

Mengenai waktu dimulainya operasional sekolah, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan akan dilaksanakan pada 31 Juli mendatang.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Supriyadi, menegaskan bahwa penentuan tanggal tersebut bukanlah bentuk penundaan, melainkan sebuah strategi untuk memberikan hasil yang paling optimal bagi para siswa.

“Bukan mundur, melainkan kami memilih opsi alternatif terbaik. Mengingat fasilitas di Sekolah Rakyat Madiun belum sepenuhnya sempurna, hasil diskusi menyepakati tanggal 31 Juli sebagai waktu yang paling ideal untuk memulai MPLS,” pungkas Supriyadi.

Di sisi lain, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Anton Susilo, memaparkan rincian data 199 calon siswa yang terdaftar hingga Senin siang. Yakni untuk siswa SD ada 19 anak, SMP 90 anak dan SMA 90 anak.

“Untuk yang SMP dan SMA sudah memenuhi kuota 90 anak untuk tiga kelas, sedangkan untuk tingkat SD tetap kami usahakan agar terpenuhi sesuai dengan kuota yang ditargetkan,” ujar Anton.

Pihak Kemensos dan Dinsos Kabupaten Madiun berharap, lewat jeda waktu persiapan dan pemeriksaan kesehatan yang matang ini, seluruh sarana prasarana serta kondisi fisik para siswa sudah berada dalam tingkat kesiapan 100 persen saat kegiatan resmi dimulai.(as/BN24)

 

close
Pasang Iklan Disini