BERKAH News24 – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Madiun kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan seni tradisi melalui ajang Sepasar ing Madiun (SPASMA) Wilayah Tengah, di Lapangan Desa Tiron Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun.
![]() |
| Penampilan salah satu kelompok peserta dalam Lomba Karawitan di ajang SPASMA di Desa Tiron, Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun, Sabtu (4/7/2026) |
Salah satu daya tarik utama dalam gelaran tahunan ini adalah kompetisi murni seni karawitan dan pedalangan yang diikuti oleh puluhan sekolah dari berbagai jenjang.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Roni Kurniawan, menjelaskan bahwa esensi dari kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan wadah nyata untuk penguatan karakter generasi muda berbasis kearifan lokal.
"Lomba ini diadakan setiap tahun dengan lokasi yang berpindah-pindah. Fokus utama kita adalah pelestarian budaya sejak dini," ungkapnya, Sabtu (4/7/2026).
Tahun 2026 ini, kompetisi karawitan diikuti oleh puluhan kelompok dari berbagai tingkat satuan pendidikan. Yakni 20 Kelompok Tingkat SD, 4 Kelompok Tingkat SMP, dan 4 Kelompok Tingkat SMA.
Menariknya, para peserta yang tampil bukan berasal dari sanggar seni komersial, melainkan murni perwakilan mandiri dari sekolah-sekolah di Kabupaten Madiun.
Pihak sekolah secara aktif memfasilitasi minat dan bakat para siswa berdasarkan aspirasi dari masyarakat serta wali murid.
Dalam pelaksanaannya, Dindikbud Kabupaten Madiun juga bersinergi erat dengan Pepadi (Persatuan Pedalangan Indonesia) guna menyelaraskan nilai-nilai edukasi seni pedalangan dan karawitan bagi anak-anak.
Kegiatan ini tidak berhenti sebagai ajang unjuk gigi sesaat. Pihak Dindikbud menerangkan bahwa perlombaan ini memiliki keterkaitan erat dengan ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di tingkat yang lebih tinggi.
Para pemenang (Juara 1, 2, dan 3) nantinya akan langsung mendapatkan piagam penghargaan resmi.
Selain sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras para siswa, sertifikat juara ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh para siswa untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi melalui jalur prestasi.
Sistem penilaian dalam lomba Karawitan di SPASMA wilayah
tengah ini dilakukan secara langsung dan lugas oleh dewan juri, di mana
pemenang langsung ditentukan di akhir sesi penampilan tanpa melalui babak final
terpisah.(as/BN24)

.jpeg)
.jpeg)








