BERKAH News24 – Perum Bulog Kantor Cabang Madiun berkomitmen menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga minyak goreng dengan menyalurkan sedikitnya 9.000 liter atau sekitar 750 kardus Minyakita setiap pekan di Pasar Besar Madiun (PBM).
Pimpinan Cabang Bulog Madiun, Agung Sarianto, menyatakan bahwa distribusi minyak goreng kemasan bersubsidi ini dilakukan rutin minimal satu kali dalam seminggu. Namun, melihat dinamika pasar, Bulog kini tengah mengkaji peluang untuk meningkatkan frekuensi pengiriman.
"Hari ini kami distribusikan 9.000 liter atau sekitar 750 kardus. Minimal seminggu sekali kami melakukan pasokan di Pasar Besar Madiun. Kami juga sedang menghitung kemungkinan menjadi dua kali seminggu, sekaligus akan kami ekspansi ke Pasar Sleko," ujar Agung saat memantau langsung penyaluran di Pasar Besar Madiun, Kamis (2/7/2026).
Program penyaluran Minyakita ini merupakan penugasan resmi dari pemerintah yang difokuskan pada pasar rakyat atau pasar tradisional, sejalan dengan sasaran Kementerian Perdagangan.
Untuk seluruh wilayah kerja Bulog Madiun yang mencakup Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi, total distribusi Minyakita mencapai 18.000 liter per minggu.
Selain Pasar Besar Madiun, pasokan rutin juga menyasar beberapa titik strategis lainnya, yaitu Pasar Sayur Caruban (Kabupaten Madiun), Pasar Walikukun (Ngawi), dan Pasar Besar Ngawi.
Masyarakat pun tidak perlu khawatir akan kelangkaan. Agung menegaskan bahwa ketahanan stok di gudang mereka saat ini masih sangat aman.
"Saat ini stok yang kami miliki di gudang Bulog cukup untuk sekitar 10 hingga 11 minggu ke depan," imbuhnya.
Menanggapi isu yang beredar di sejumlah daerah lain mengenai dugaan Minyakita yang beraroma solar atau minyak tanah, Bulog Madiun memastikan bahwa produk yang beredar di wilayahnya aman dan berkualitas baik.
Agung menjelaskan bahwa pasokan Minyakita untuk wilayah Jawa Timur berasal dari produsen yang berbeda dengan wilayah yang terkena isu tersebut.
"Produsen yang masuk ke Jawa Timur mayoritas berasal dari Sinarmas maupun Wilmar. Insya Allah produk yang masuk ke wilayah kami aman. Namun apabila masyarakat menemukan Minyakita yang berbau tidak wajar atau diduga bermasalah, silakan melapor ke Bulog atau dinas terkait agar segera ditindaklanjuti," tegasnya.
Guna menekan laju inflasi pada komoditas minyak goreng, Bulog menegaskan tidak ada kenaikan harga untuk Minyakita. Harga jual di tingkat konsumen tetap dikunci sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp15.700 per liter.
Melalui langkah pemantauan ketat dan pasokan yang konsisten ini, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi daerah dapat terus dikendalikan.(as/BN24)






