BERKAH News24 – Pemerintah Kabupaten Madiun sukses menggelar ajang peragaan busana bergengsi Fashion Show Batik Kabupaten Madiun 2026, di Alun Alun Reksogati Caruban Kabupaten Madiun, Kamis malam (16/7/2026).
Acara ini menjadi panggung unjuk gigi bagi keindahan wastra lokal sekaligus ajakan nyata bagi masyarakat untuk semakin mencintai produk dalam negeri, khususnya batik asli Madiun.
Tidak tanggung-tanggung, ajang ini melibatkan kolaborasi apik antara para pengrajin lokal, jajaran pejabat pemerintahan, hingga generasi muda berprestasi.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun, Puji Rahmawati, menjelaskan bahwa perhelatan ini sebenarnya merangkum dua agenda besar. Yang pertama adalah Putra-Putri Batik Nusantara, dimana hal ini merupakan ajang nasional yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap batik dari seluruh penjuru Nusantara.
Dan Fashion Show Batik Kabupaten Madiun, yakni peragaan busana yang dikhususkan untuk mengeksplorasi dan mengenalkan potensi batik asli dari Kabupaten Madiun saja.
"Kita ingin mengeksplorasi dan menggali potensi dari batik itu sendiri. Ternyata batik tidak hanya untuk acara formal, tapi juga sangat fleksibel untuk dipakai sehari-hari, bekerja, hingga pergi ke pesta. Melalui acara ini, kami ingin masyarakat semakin mencintai batik Kabupaten Madiun," jelas Puji Rahmawati.
Untuk memaksimalkan dampak acara, Disparpora merangkul seluruh ekosistem pengrajin batik yang kini tersisa sekitar 25 pengrajin di Kabupaten Madiun untuk ikut terlibat penuh dalam menyukseskan acara.
Ada pemandangan menarik dalam gelaran fashion show kali ini. Jajaran pimpinan daerah mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, hingga para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, dan RSUD turut serta berlenggok di atas catwalk mengenakan busana batik.
Puji Rahmawati mengungkapkan bahwa keikutsertaan para kepala dinas dan pimpinan ini bertujuan agar mereka bisa menjadi panutan langsung bagi masyarakat.
"Kami ingin menjadi contoh. Gerakan memakai, menggunakan, dan mencintai batik ini harus dimulai dari para pimpinan terlebih dahulu agar gaungnya benar-benar terdengar luas oleh masyarakat," tambahnya.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengekspresikan rasa bangga dan antusiasmenya usai menjajal langsung panggung peragaan busana.
Menurutnya, pengalaman tampil mengenakan batik di hadapan publik terasa sangat luar biasa, meski sejatinya batik adalah pakaian yang ia kenakan sehari-hari.
"Ini luar biasa! Melalui kegiatan ini, kita ingin meyakinkan masyarakat bahwa hasil karya pengrajin Kabupaten Madiun itu sangat luar biasa, tidak kaleng-kaleng," tegas Bupati Hari Wuryanto.
Bupati juga berharap acara ini dapat menumbuhkan budaya bangga memakai produk lokal, terutama ikon kebanggaan daerah, Batik Kampung Pesilat.
Lebih dari sekadar pelestarian budaya, ia optimis industri batik yang maju ke depan akan mampu meningkatkan taraf hidup dan perekonomian para pengrajin serta masyarakat Madiun.
Kepada para model dan pengrajin batik, Bupati Hari Wuryanto menitipkan pesan penting agar mereka tidak cepat berpuas diri.
"Manfaatkan kesempatan luar biasa ini. Teruslah
belajar dan konsisten berinovasi agar karya-karya yang dihasilkan semakin
bernilai guna dan membawa manfaat besar bagi masyarakat luas," pungkasnya.(as/BN24)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)








