BERKAH News24 — Pengelola Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok bersama Perkumpulan Instruktur Penggiat Jati Diri Bangsa (PIPJATBANG) menggelar perhelatan budaya "Ruwat Agung Soekarno" di Desa Pojok,Minggu (14/06/2026)
Acara ini diselenggarakan untuk memulihkan jati diri bangsa sekaligus mendukung memutar misi "Asta Cita" Presiden Prabowo Subianto demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ketua Dewan Pengarah PIPJATBANG yang juga menjabat sebagai Karobinkar SSDM Polri, Brigjen Pol. Langgeng Purnomo, hadir sebagai narasumber utama. Ia menekankan pentingnya menyelaraskan ajaran Tri Sakti Bung Karno dengan program strategis pemerintah saat ini. Menurutnya, kemandirian ekonomi hanya bisa dicapai jika bangsa Indonesia memiliki kepribadian budaya yang kuat.
“Untuk mewujudkan kedaulatan politik agar bebas dari pengaruh asing, pekerjaan rumah komponen bangsa Indonesia saat ini harus mau dan mampu gotong royong nasional dalam mewujudkan berdikari di bidang ekonomi terlebih dahulu,” tutupnyaBrigjen Langgeng.
Brigjen Langgeng menambahkan, misi Asta Cita yang fokus pada swasembada pangan, energi, udara, teknologi, dan hilirisasi merupakan langkah nyata implementasi kemandirian di tengah tantangan geopolitik global. Mengutip filosofi lagu Indonesia Raya , ia mengingatkan pentingnya “membangun jiwa” untuk menangkal penyakit sosial akibat globalisasi dan kapitalisme.
Terkait momentum pelaksanaannya, Ketua Panitia Pelaksana, RM Kushartono, menjelaskan bahwa acara ini bertepatan dengan peringatan sejarah pergantian nama Sang Proklamator dari Koesno menjadi Soekarno di masa kecil.
“Melalui Ruwat Agung ini, kami ingin memulihkan kembali karakter dan mentalitas jati diri bangsa yang mulai memudar,” kata Kushartono.
Sebagai penutup rangkaian acara, prosesi budaya dilangsungkan dengan khidmat.
Kegiatan tersebut meliputi Doa Pangruwatan Bangsa oleh lintas tokoh agama, Kirab Jati Diri dengan Tumpeng Keselamatan, Panglukatan patung Soekarno, hingga peresmian monumen papan nama perubahan nama Koesno menjadi Soekarno serta pementasan teatrikal lakon "Kembang Jagad".
Acara ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Kediri, Kapolres jajaran Polda Jatim eks Polwil Kediri, para tokoh lintas agama, serta budayawan setempat. (as/BN24)

.jpg)










