BERKAH News24 – Pemerintah Kota Mojokerto memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dengan menggelar upacara bendera di Lapangan Sasana Praja Abhipraya, Balai Kota Mojokerto, Senin (1/6/2026).
Upacara yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh jajaran Forkopimda, ASN, TNI-Polri, pelajar, serta berbagai unsur masyarakat.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari membacakan amanat tertulis dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia”. Tema ini menjadi pengingat krusial bahwa lima sila dalam Pancasila tetap relevan menjadi kompas di tengah dinamika global yang kian kompleks.
“Pancasila telah terbukti menjadi kekuatan yang mempersatukan bangsa Indonesia dalam keberagaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya juga menawarkan jalan menuju kehidupan dunia yang lebih damai, adil, dan berkeadaban,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita saat membacakan sambutan Kepala BPIP.
Menurut Ning Ita, di tengah berbagai tantangan global masa kini—mulai dari ketegangan geopolitik, disrupsi teknologi yang masif, hingga ancaman perpecahan sosial—Pancasila hadir sebagai modal kuat dan pedoman utama untuk menjaga stabilitas serta harmoni kehidupan berbangsa.
Lebih lanjut, Ning Ita menegaskan bahwa Indonesia memegang peran penting dalam mendukung perdamaian dunia melalui kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif. Semangat musyawarah, gotong royong, dan penghormatan terhadap kemanusiaan merupakan kontribusi nyata bangsa dalam kancah internasional.
"Bangsa Indonesia terus menunjukkan komitmennya terhadap perdamaian melalui berbagai peran strategis, mulai dari misi perdamaian di bawah naungan PBB hingga upaya diplomasi dalam penyelesaian konflik di berbagai kawasan," ungkapnya.
Di hadapan para peserta upacara, Ning Ita menyelipkan pesan mendalam khusus bagi para generasi muda. Ia mengajak kaum milenial dan Gen Z di Kota Mojokerto untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup yang nyata, bukan sekadar hafalan di atas kertas atau slogan tanpa makna.
Masa depan bangsa, menurutnya, sangat bergantung pada bagaimana generasi penerus mengimplementasikan nilai-nilai luhur tersebut di tengah perkembangan zaman. Ia berharap momentum 1 Juni ini dapat memperkuat rasa cinta tanah air, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial antar sesama.
“Pancasila harus terus hidup dalam tindakan, sikap, dan keputusan kita sehari-hari. Dengan demikian, Indonesia akan tetap kokoh sebagai bangsa yang bersatu, maju, dan mampu memberi kontribusi positif bagi dunia,” pungkas Ning Ita.
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kota Mojokerto ini ditutup dengan doa bersama dan ajakan untuk terus mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila demi mewujudkan Indonesia yang damai, maju, dan sejahtera.(BN24)











