BERKAH News24 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun kembali menunjukkan aksi nyata kepeduliannya kepada masyarakat. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Madiun, Pemkab menggelar kegiatan khitanan massal secara serentak di tiga lokasi berbeda, Selasa (23/6/2026).
Tak sekadar seremonial, agenda tahunan ini sukses menyedot antusiasme tinggi hingga jumlah pendaftar melampaui target yang telah ditentukan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Raakyat Kabupaten Madiun, Soedjiono, mengungkapkan bahwa pendaftaran yang dibuka melalui camat di masing-masing wilayah mendapat respon yang sangat positif dari warga, apalagi momentumnya bertepatan dengan libur sekolah.
“Target awal kita sebenarnya 290 anak, tapi Alhamdulillah saat pendaftar ini sudah mencapai 306 anak. Pendaftar ini adalah anak-anak yang memang berminat dan berani,” ujar Soedjiono.
Untuk menjangkau seluruh wilayah dan memudahkan akses bagi para peserta agar tidak terkendala jarak, Pemkab Madiun membagi pelaksanaan khitanan massal ini ke dalam tiga zona lokasi.
Diantaranya di RSUD Caruban untuk engakomodasi wilayah utara dan timur, meliputi Kecamatan Mejayan, Saradan, Pilangkenceng, Wonoasri, Sawahan, gemarang, dan Balerejo.
RSUD Dolopo untuk akomodasi wilayah selatan, meliputi Kecamatan Dolopo, Kebonsari, Dagangan, Geger, Kare, dan Jiwan.
Dan di Joglo Desa Sendangrejo untuk akomodasi Kecamatan Wungu dan Madiun.
Pelaksanaan di tiga titik tersebut ditinjau dan dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan daerah Kabupaten Madiun untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar.
Di RSUD Dolopo, kegiatan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi. Sedangkan di Joglo Sendangrejo, memutar khitanan massal yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto.
Dan di RSUD Caruban, diawasi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Soedjiono, serta hadir langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto.
Demi memberikan pelayanan terbaik dan menjamin keamanan medis para peserta, pihak rumah sakit telah menyiagakan tim medis yang kompeten.
Direktur RSUD Caruban, dr. Farid Amirudin, menjelaskan bahwa pihaknya menyisihkan puluhan personel khusus untuk agenda ini.
“Khusus di RSUD Caruban, kami melibatkan 3 dokter spesialis, 2 dokter umum, dan 22 perawat untuk menangani para peserta khitan,” tegas dr. Farid.
Kegiatan khitanan massal ini merupakan wujud nyata kepedulian Pemkab Madiun dalam membantu, khususnya keluarga kurang mampu.
Selain meringankan beban ekonomi orang tua dalam memenuhi syariah agama, kegiatan ini juga krusial bagi kesehatan reproduksi anak.
“Ya memang anak-anak kan mesti harus dikhitan. Lah, ini upaya pemerintah kabupaten untuk membantu yang memang butuh. Harapannya, generasi muda Kabupaten Madiun ke depan bisa tumbuh menjadi anak-anak yang lebih sehat, berkualitas, soleh, tangguh, dan handal,” pungkas Soedjiono.
Salah seorang peserta, Syahrul (10) dari Desa Klumutan Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun, mengaku senang dengan adanya khitan massal ini.
“Ya senang, kebetulan pas libur sekolah. Jadi nanti pas masuk sudah sembuh,” katanya polos.(as/BN24)













