BERKAH News24 – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Muhammad Yahya Zaini, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah evaluasi total yang tengah dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
![]() |
| Salah satu SPPG di wilayah Kabupaten Madiun |
Yahya menilai langkah evaluasi ini dinilai krusial untuk memastikan efektivitas dan ketepatan sasaran dari program strategis pemerintah tersebut.
Dalam keterangannya pada berkahnews24.com, saat di Pujasera Jiwan Kabupaten Madiun, Yahya Zaini memaparkan bahwa BGN telah menetapkan tiga pilar utama dalam proses evaluasi tersebut.
Diantaranya yakni moratorium pendaftaran dapur baru, dimana BGN mengambil kebijakan untuk menghentikan sementara penambahan atau pendaftaran dapur baru sebagai langkah konsolidasi operasional.
Selanjutnya refocusing penerima manfaat, dimana program ini akan kembali difokuskan pada kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Yahya menegaskan bahwa kelompok masyarakat mampu tidak lagi menjadi sasaran program, dengan prioritas utama diarahkan kepada masyarakat miskin, khususnya yang berada di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
Selain itu terkait efisiensi anggaran, dimana BGN akan membenahi skema pemberian insentif operasional.
Selama ini, insentif sebesar Rp 6 juta per bulan diberikan secara flat, tanpa mempertimbangkan jumlah penerima manfaat di setiap dapur.
![]() |
| Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, M. Yahya Zaini (berkacamata) saat memberikan keterangan pada berkahnews24.com di Pujasera Jiwan Madiun, Sabtu (20/6/2026) |
Terkait poin efisiensi, Yahya menyoroti perlunya penyesuaian skema insentif agar lebih adil dan proporsional.
"Mestinya kalau penerima manfaatnya 2.000, maka hitungannya menyesuaikan, bukan dipukul rata sebesar Rp6 juta. Selama ini, berapapun jumlah penerima manfaatnya, baik 1.000, 2.000, atau 3.000 orang per hari, insentifnya tetap sama. Ini yang akan kita perbaiki," jelas Yahya.
Komisi IX DPR RI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mendorong BGN agar langkah-langkah evaluasi tersebut dapat segera diimplementasikan.
Yahya meyakini bahwa dengan perbaikan tata kelola ini,
program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih optimal, transparan, dan
memberikan dampak langsung bagi peningkatan gizi masyarakat yang membutuhkan.(as/BN24)

.jpeg)
.jpeg)









