BERKAH News24 – Pemerintah Kabupaten Madiun terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Langkah ini ditegaskan kembali dalam acara Focus Group Discussion (FGD) terkait Puskesmas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi, Rabu (24/6/2026).
Agenda ini diikuti 8 dari total 26 Puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Madiun. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kepala Bagian terkait.
Dalam paparannya, Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi, menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama pemerintah mentransformasikan Puskesmas menjadi status BLUD adalah untuk membenahi tata kelola keuangan agar menjadi lebih baik, fleksibel, dan transparan.
Fleksibilitas ini menjadi kunci utama demi tercapainya layanan kesehatan yang profesional, cepat, tepat, dan memuaskan bagi masyarakat.
Selain itu, Wakil Bupati yang juga berlatar belakang sebagai seorang dokter ini mengingatkan kembali fungsi dasar Puskesmas yang harus dipahami secara menyeluruh, mulai dari aspek preventif (pencegahan), promotif (peningkatan kesehatan), hingga kuratif (pengobatan).
“Rencana Strategis (Renstra) Puskesmas juga harus sudah disesuaikan dengan visi misi Kabupaten Madiun ‘Bersahaja’,” tegas dr. Purnomo Hadi di hadapan para peserta FGD.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan bahwa muara dari pembentukan Puskesmas menjadi BLUD ini tidak lain adalah demi tercapainya kualitas pelayanan kesehatan yang benar-benar memadai.
Melalui sistem BLUD, Puskesmas memiliki ruang lebih untuk mengelola anggarannya secara mandiri guna mendongkrak mutu pelayanan, meningkatkan profesionalisme serta produktivitas SDM, sekaligus menciptakan efisiensi dan efektivitas anggaran.
“Dengan dibentuknya BLUD bagi Puskesmas ini, diharapkan bisa memberikan layanan yang prima dan purna kepada masyarakat Kabupaten Madiun,” harap Bupati.
Sebagai wujud nyata dukungan penuh dari Pemerintah Daerah terhadap keberhasilan implementasi BLUD ini, Bupati menyatakan bahwa Pemkab Madiun siap memfasilitasi berbagai kebutuhan penunjang.
Dukungan tersebut meliputi penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) secara berkala, penguatan regulasi dan payung hukum melalui Peraturan Kepala Daerah (Perbup), hingga penyediaan tenaga akuntan profesional serta aplikasi akuntansi yang tersinkronisasi langsung dengan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Setelah sesi pengarahan dari jajaran pimpinan daerah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif guna memetakan kesiapan serta mencari solusi atas tantangan yang dihadapi Puskesmas dalam masa transisi menuju status BLUD.(as/BN24)








