BERKAH News24 – Pemerintah Kabupaten Madiun secara resmi menjalin kerja sama strategi dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun.
Ketua STAINU Madiun, Anwar Soleh Azarkoni, menegaskan bahwa sebagai perguruan tinggi yang secara historis berizin di wilayah Kabupaten, STAINU tidak dapat berdiri sendiri. Sinergi dengan pemerintah daerah merupakan sebuah keniscayaan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya bagi masyarakat Madiun yang mayoritas warga Nahdliyin.
Anwar juga memohon dukungan moral serta kebijakan dari pemerintah daerah agar STAINU dapat terus eksis dan memberikan warna positif bagi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Madiun.
Pemerintah Kabupaten Madiun menyambut baik dan menaruh harapan besar terhadap kolaborasi ini. Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan bahwa kehadiran perguruan tinggi di wilayah kabupaten sudah lama dinantikan demi mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) setempat.
Saat ini, pencapaian posisi IPM Kabupaten Madiun masih berada pada tingkat menengah (menengah) di Jawa Timur. Melalui kerja sama ini, Pemkab memasang target komprehensif untuk memperbaiki indikator pendidikan meliputi peningkatan IPM, yakni mengatrol angka IPM dari yang saat ini berada di posisi 75 menuju target minimal 81.Meningkatkan rata-rata lama sekolah yang saat ini baru mencapai 8,9 tahun (setingkat di bawah SMP), padahal target pendidikan dasar wajib telah menyentuh 13 tahun.
Untuk mengikis ketertinggalan tersebut, Pemkab Madiun akan menggerakkan program Sekolah Rakyat serta edukasi pentingnya pendidikan tinggi, yang nantinya ikut diakselerasi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa STAINU.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Bupati Hari Wuryanto berharap pada tahun depan STAINU sudah bisa mulai membangun fisiknya di wilayah Kabupaten Madiun.
“Kami sangat berharap, insyaallah tahun depan STAINU sudah bisa mulai membangun kampusnya di wilayah Kabupaten Madiun, memanfaatkan lahan yang sudah ada di dekat Puskesmas Desa Buduran. Lewat gotong royong, saya yakin STAINU di Kabupaten Madiun akan berkembang pesat,” ungkap Bupati.
Selain sektor pendidikan, kerja sama ini langsung terlibat dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penting untuk merancang kerja sama penelitian. Keterlibatan narasi dinilai sangat krusial dalam format gambar dan mengolah potensi komoditas unggulan di lereng Gunung Wilis, seperti kakao, alpukat, dan cengkeh.
Bupati Madiun menegaskan komitmen penuh jajarannya agar nota kesepahaman ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka, melainkan harus diimplementasikan secara istikamah dalam aksi nyata di lapangan.(as/BN24)













