Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Peringatan HUT Ke-13 PDKB, Momen Mewujudkan Bojonegoro Ramah Disabilitas

BERKAH News24 - Peringatan HUT ke-13 Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (PDKB), digelar di Desa Lengkong, Kecamatan Balen, Minggu, (5/04/2026). Momen ini menjadi komitmen besar untuk menghapus sekat pemisah antara masyarakat disabilitas dengan masyarakat umum.

Rangkaian peringatan HUT PDKB berlangsung cukup meriah dengan diisi berbagai kegiatan. Diantaranya penyerahan bansos bagi anak yatim dan penyandang disabilitas, cek kesehatan gratis, pameran UMKM, serta operasi pasar murah.

Ketua PDKB Bojonegoro, Sanawi, dalam sambutannya menyampaikan rasa harunya atas perkembangan kesadaran masyarakat dan pemerintah. Ia menegaskan bahwa harapan terbesarnya adalah menjadikan Bojonegoro sebagai kota ramah disabilitas.

"Harapan kami hanya satu: Bojonegoro menjadi kota yang tidak ada perbedaan antara disabilitas dengan masyarakat normal. Kita sudah memiliki Perda Disabilitas dan payung hukum sehingga tidak ada lagi diskriminasi," ujar Sanawi.

Sanawi juga menceritakan sejarah panjang berdirinya PDKB yang berakar dari perjuangan kolektif di Kediri hingga akhirnya mampu berdiri mandiri di Bojonegoro sebagai wadah pendampingan bagi teman-teman disabilitas.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, yang hadir mewakili Bupati Bojonegoro, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus meningkatkan perhatiannya. Menurutnya, tahun 2026 menjadi momentum penguatan program bagi masyarakat rentan, termasuk penyandang disabilitas berat dan kronis.

"Kami menyasar semua masyarakat rentan. Melalui perbaikan data tunggal sosial ekonomi nasional yang dibantu oleh perangkat desa dan kader di lapangan, kami ingin memastikan bantuan sosial tepat sasaran," ungkap Agus.

Tak hanya sekadar bantuan sosial (bansos), Pemkab Bojonegoro juga fokus pada rencana program pemberdayaan mandiri. Diantaranya pelatihan keterampilan menjahit dan tata rias, menyediakan alat bantu, serta kelompok non-produktif (lansia/sakit kronis) akan terus diprioritaskan mendapat jaminan sosial.

Acara yang bertepatan dengan momen halal bihalal di bulan Syawal ini juga menjadi ajang penguatan komunikasi antara pemerintah dan komunitas. Agus Susetyo menekankan pentingnya komunikasi rutin agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.

"Semakin sering kita bertemu, semakin kuat ikatan batinnya. Kami terbuka untuk berdiskusi kapan saja demi mewujudkan Bojonegoro yang benar-benar inklusif," tutupnya.[fif/nn]

close
Pasang Iklan Disini