Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

DPRD Jatim : Kebijakan WFH Momentum Bangun Budaya Hemat Energi

BERKAH News24 - Kebijakan Work From Home (WFH) yang ditetapkan pemerintah pusat dan maupun Pemprov Jatim dinilai menjadi langkah strategis dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). 

DPRD Jawa Timur menyebut kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada efisiensi anggaran, tetapi juga menjadi momentum membangun budaya hemat energi di tengah masyarakat.

Ketua Komisi D DPRD Jatim, Abdul Halim mengatakan, bahwa keputusan WFH merupakan kebijakan nasional yang harus diikuti pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya penghematan energi.

“Kalau terkait penghematan penggunaan BBM, Saya yakin ada penghitungan besar terkait efisiensi yang bisa dicapai dari kebijakan ini,” ujarnya.

Menurutnya, penerapan WFH bagi aparatur sipil negara (ASN) dan layanan pemerintahan dapat mengurangi mobilitas harian secara signifikan. Dampaknya, konsumsi BBM pun ikut ditekan, sehingga memberikan efek penghematan yang luas, baik bagi pemerintah maupun masyarakat.

Namun demikian, Abdul Halim mengingatkan bahwa peralihan langsung ke energi alternatif seperti listrik atau tenaga surya tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan perhitungan matang, terutama terkait biaya pengadaan kendaraan baru yang berpotensi justru menambah beban. 

“Kalau harus langsung beralih ke kendaraan listrik atau tenaga surya, itu juga harus dikalkulasi. Jangan sampai malah menambah beban karena harus membeli kendaraan baru,” jelasnya.

Ia juga menyoroti masih terbatasnya integrasi transportasi umum di Jawa Timur, khususnya layanan Trans Jatim yang belum menjangkau seluruh daerah. Selain itu, konektivitas antarmoda, termasuk keberadaan feeder di tingkat kabupaten/kota, dinilai belum optimal.

“Koridor Trans Jatim memang sudah ada, tapi belum semua terhubung dengan feeder. Waktu dan koneksinya juga belum sepenuhnya sinkron. Ini yang masih harus kita koordinasikan,” tambahnya.

Politisi partai Gerindra ini menilai kondisi geopolitik global, seperti konflik di Timur Tengah, harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengubah pola pikir dalam penggunaan energi. Ia menekankan pentingnya menjadikan penghematan energi sebagai kebiasaan dan budaya baru.

“Ini momentum untuk mengubah mindset dan perilaku. Penghematan energi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama untuk energi yang tidak terbarukan,” tegasnya.

Ia juga membuka peluang berbagai alternatif kebijakan, termasuk penggunaan sepeda bagi ASN seperti yang telah diterapkan di beberapa daerah, sebagai langkah sederhana namun berdampak dalam mengurangi konsumsi energi. (pca/s)

close
Pasang Iklan Disini