BERKAH News24 – Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Madiun menyatakan kesiapannya untuk merangkul ratusan koperasi, termasuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) atau Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).
Hal ini disampaikan oleh Ketua Dekopinda Kabupaten Madiun, Sarwono, ditemui usai pengukuhan pengurus Dekopinda Kabupaten Madiun, periode 2025 - 2026.
Sarwono menegaskan bahwa berdasarkan amanat undang-undang, setiap lembaga berbentuk koperasi secara otomatis menjadi bagian dari keluarga besar Dekopinda.
Dengan hadirnya unit-unit baru ini, Dekopinda berkomitmen menjalankan tiga fungsi utamanya secara maksimal.
“Sudah menjadi kewajiban kami untuk memberikan pelayanan yang mencakup tiga pilar utama. Advokasi untuk perlindungan hukum, Fasilitasi untuk pengembangan jaringan usaha, dan Edukasi untuk peningkatan kapasitas anggota,” ujar Sarwono.
Menanggapi arahan Bupati Madiun mengenai pentingnya kualitas tata kelola, Sarwono menjelaskan bahwa bidang Edukasi menjadi prioritas utama Dekopinda saat ini.
Untuk merealisasikan hal tersebut, pihaknya mengandalkan Lembaga Pendidikan Koperasi (Lapenkopda) Kabupaten Madiun.
“Kami akan berkolaborasi erat dengan Pemerintah Daerah untuk menggodok SDM koperasi, baik dari sisi penguatan organisasi maupun manajemen tata kelola usahanya. Kami ingin memastikan pengurus dan anggota memiliki kompetensi yang mumpuni,” imbuhnya.
Masuknya unit-unit KDMP dan KKMP membawa dampak signifikan pada data keanggotaan. Sebelum adanya penambahan ini, tercatat ada sekitar 350 koperasi aktif yang bernaung di bawah Dekopinda.
“Dengan tambahan sekitar 206 koperasi dari KDMP/KKMP ini, maka total anggota kami otomatis akan melonjak menjadi lebih dari 500 koperasi,” ungkap Sarwono.
Ribuan anggota tersebut memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari Koperasi Wanita (Kopwan), Koperasi Pegawai, Koperasi Fungsional (TNI/Polri), Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa (KUD), hingga koperasi di sektor pertanian dan kehutanan.
Guna mengantisipasi potensi gesekan atau persaingan yang tidak sehat akibat banyaknya unit baru, Dekopinda telah menyiapkan strategi melalui Badan Otonom Jaringan Usaha antar Koperasi Daerah (JUKDA).
Sarwono memaparkan bahwa kunci keberhasilan koperasi ke depan adalah sinergi, bukan kompetisi yang menjatuhkan.
JUKDA akan bertugas mengoordinasikan koperasi baru dengan koperasi yang sudah lama berdiri agar tercipta kemitraan yang produktif.
“Koperasi yang sudah lama tentu punya pengalaman lebih. Inilah yang kita sinergikan. Kami ingin membangun jalur komunikasi yang kuat. Tugas kami adalah memfasilitasi agar potensi persaingan sekecil apa pun bisa diminimalisir dan diarahkan menjadi kolaborasi yang menguntungkan, termasuk melibatkan sektor UMKM di desa-desa,” pungkasnya.(as/BN24)











