BERKAH News24 - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengawali hari pertama kerja pasca libur Hari Raya Idul Fitri dengan pelaksanaan apel pagi yang dirangkai dengan halal bihalal. Kegiatan digelar Rabu (25/03/2026) di halaman depan Gedung Putih Pemkab Bojonegoro.
Apel dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, dan diikuti oleh seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemkab Bojonegoro. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam momentum saling bermaafan usai perayaan Idul Fitri.
Dalam arahannya, Bupati Setyo Wahono mengawali dengan menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh ASN dan masyarakat Kabupaten Bojonegoro. Ia mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan momen ini sebagai sarana memperkuat kebersamaan dan semangat pelayanan publik.
“Secara pribadi, keluarga, dan atas nama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.
Bupati menegaskan bahwa Kabupaten Bojonegoro termasuk daerah yang beruntung karena memiliki kekayaan sumber daya alam yang berdampak pada kesejahteraan, termasuk bagi ASN. Meski demikian, ia mengingatkan agar kondisi tersebut tetap disyukuri dan dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya peningkatan kinerja ASN di tengah tantangan fiskal yang dihadapi. Penurunan kinerja, menurutnya, akan berdampak pada kebijakan anggaran, sehingga pada APBD 2026 perlu dilakukan efisiensi secara ketat.
“Kegiatan yang tidak bersifat mendesak atau hanya seremonial perlu dikurangi. Namun demikian, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berkurang,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa kondisi global saat ini, termasuk dinamika geopolitik, turut memengaruhi kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah untuk lebih cermat dalam merencanakan program, terutama dalam mengawal kegiatan prioritas menuju tahun 2027.
Selain itu, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga menjadi perhatian. Setiap perangkat daerah diminta mampu mengidentifikasi potensi yang dapat dikembangkan, serta melakukan efisiensi, termasuk dalam penggunaan anggaran perjalanan dinas dan operasional energi seperti bahan bakar dan listrik.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menekankan pentingnya menjaga semangat kerja dan kesehatan sebagai modal utama dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Di bidang lingkungan, ia mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Peran camat, dunia pendidikan, masyarakat, hingga sektor swasta dinilai penting dalam membangun budaya sadar lingkungan sejak dini.
Sementara itu, dalam mendukung ketahanan pangan, Bupati meminta jajaran terkait, khususnya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta para camat, untuk mendorong pemanfaatan lahan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Tak hanya itu, percepatan layanan perizinan juga menjadi sorotan. Ia menegaskan bahwa setiap permohonan harus dijawab dengan cepat dan tegas, baik dapat diproses maupun tidak, sebagai bentuk kepastian pelayanan publik.
Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pertanian, kesehatan, hingga pariwisata, yang tidak dapat berjalan sendiri-sendiri dalam mendukung pembangunan daerah.
Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan halal bihalal yang diikuti seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Bojonegoro sebagai bentuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan.[zul/nn]













