BERKAH News24 - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan layanan kesehatan tetap optimal selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Berbagai fasilitas dan tenaga kesehatan disiagakan guna memberikan pelayanan cepat bagi masyarakat yang melakukan perjalanan.
Sebagai bagian dari kesiapan tersebut, sekitar 230 pos kesehatan terpadu akan didirikan di sepanjang jalur mudik di Jawa Timur. Pos kesehatan ini ditempatkan di berbagai titik strategis seperti stasiun, terminal, pelabuhan, rest area, hingga kawasan wisata yang diperkirakan dipadati pengunjung selama libur Lebaran.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Erwin Astha Triyono, Kamis (5/3/2026) menyampaikan bahwa pihaknya juga memperkuat koordinasi dengan seluruh fasilitas kesehatan di daerah untuk memastikan layanan tetap berjalan selama periode libur panjang.
Koordinasi tersebut dilakukan dengan rumah sakit rujukan dan puskesmas melalui berbagai sarana, di antaranya grup komunikasi digital, sistem pelaporan terpadu, layanan kegawatdaruratan Public Safety Center 119, serta rapat koordinasi bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan dinas kesehatan kabupaten/kota.
Selama masa libur Lebaran, sebanyak 447 rumah sakit di Jawa Timur tetap membuka layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama 24 jam guna memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan darurat kapan pun dibutuhkan.
Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan pos kesehatan pada Lebaran 2025 serta libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Dinkes Jatim juga menyiagakan ribuan tenaga kesehatan. Tercatat sebanyak 455 dokter, 4.565 tenaga perawat, serta 100 tenaga kesehatan tradisional dari enam griya sehat dilibatkan dalam pelayanan. Selain itu, sebanyak 1.362 ambulans juga disiapkan dan terkoordinasi dalam sistem piket serta pengaturan cuti tenaga kesehatan di masing-masing fasilitas layanan.
Di setiap pos kesehatan, masyarakat dapat memperoleh layanan medis dari dokter dan perawat, didukung pengemudi ambulans beserta kendaraan ambulans, tenaga kesehatan tradisional, serta petugas promosi kesehatan yang memberikan edukasi kepada para pemudik.
Selain menyiapkan layanan kesehatan, Dinkes Jatim juga menggencarkan kampanye kesehatan kepada masyarakat menjelang dan selama periode mudik Lebaran. Kampanye tersebut dilakukan melalui berbagai media dan metode, antara lain penyebaran infografis serta video edukasi melalui media sosial, sosialisasi dan edukasi langsung kepada masyarakat dengan melibatkan kader kesehatan, edukasi langsung di pos kesehatan, serta penyebaran media cetak seperti leaflet, spanduk, dan banner sesuai ketersediaan sumber daya di masing-masing kabupaten/kota.
Layanan kesehatan juga disiapkan di sejumlah titik keramaian seperti rest area, terminal, pelabuhan, stasiun, hingga kawasan wisata yang berpotensi mengalami lonjakan pengunjung selama masa libur Lebaran.
Untuk mempercepat penanganan jika terjadi kecelakaan lalu lintas di jalur mudik, masyarakat dapat menghubungi layanan PSC 119 yang telah tersedia di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Sistem ini juga didukung oleh nomor kontak penanggung jawab dari dinas kesehatan kabupaten/kota guna mempercepat proses rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Dinkes Jatim mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kondisi tubuh selama perjalanan mudik. Pemudik disarankan untuk beristirahat cukup sebelum berkendara, melakukan peregangan setiap empat jam perjalanan, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak buah dan sayur, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh.
Selain itu, masyarakat juga diminta membawa obat-obatan pribadi terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu, serta memanfaatkan pos kesehatan di rest area atau puskesmas terdekat apabila mengalami keluhan kesehatan selama perjalanan.(hjr)













