Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

BPBD Jatim Cek 71 Peralatan EWS Hadapi Cuaca Ekstrem

BERKAH News24 - Mengantisipasi cuaca ekstrem di Jawa Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim melakukan pengecekan kondisi peralatan Early Warning System (EWS) yang tersebar di berbagai daerah.

Secara keseluruhan, terdapat 71 EWS yang diperiksa, terdiri dari 27 titik EWS banjir, 27 titik EWS longsor, dan 17 sirine tsunami. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi fisik dan fungsi alat sebagai peringatan dini bagi masyarakat. Kegiatan ini dimulai dari Kabupaten Banyuwangi, tepatnya EWS sirine tsunami di Pantai Rajegwesi, Desa Sarongan Kec. Pesanggaran. Kegiatan ini lalu berlanjut ke Kabupaten Jember, Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek hingga ke Pacitan. 

Kepala Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Jember, H. Abdul Ghafur, mengaku keberadaan EWS banjir sangat membantu warganya. “Sekitar 800 KK di dua dusun sering mendapat peringatan dini saat debit air sungai meningkat,” ujarnya.

"Kebetulan warga desa kami masih banyak yang sering mandi di sungai, meski mereka sudah punya kamar mandi di rumah. Mereka sering menerima peringatan dini dari alarm yang berbunyi saat air mulai naik," terangnya. 

Hal senada disampaikan Candra Kristianto, perangkat Desa Kandangan, Pesanggaran, Banyuwangi. Menurutnya, EWS longsor di kaki Bukit Kelopo Kembar efektif memberi peringatan dini.

"Sudah beberapa kali kami coba, suara alarmnya cukup keras, terdengar hingga di perempatan jalan desa yang jaraknya lebih dari satu kilometer," terangnya. 

Manfaat EWS juga dirasakan Heri, warga Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, Jember. Sirine dan speaker EWS tsunami di Pantai Cemara, katanya, berguna untuk mengingatkan pengunjung agar tetap waspada, terutama saat anak-anak bermain di pantai.

"Speaker itu biasa kami gunakan untuk memberikan peringatan kewaspadaan kepada para pengunjung yang biasa datang bersama anak-anak, agar tidak lengah memantau anak-anaknya yang saat bermain di pantai," ujarnya. 

Sementara, Kabid PK BPBD Lumajang Sultan Syafaat yang turut dalam pengecekan EWS menjelaskan adanya 4 EWS BPBD Jatim yang berlokasi di Lumajang, yakni, EWS banjir, longsor dan sirine tsunami.

Menurutnya, keberadaan EWS ini sangat penting untuk deteksi dan peringatan dini kepada masyarakat yang ada di kawasan rawan bencana. 

"Yang dibutuhkan EWS ini adalah pemeliharaan dan pengecekan secara berkala seperti saat ini. Saya kira yang perlu terus dilakukan," sarannya. 

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menegaskan, sepanjang cuaca ekstrem yang terjadi di Jatim saat ini, pihaknya terus meminta dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kewaspadaannya, utamanya yang ada di daerah kawasan rawan bencana, baik banjir, longsor maupun tsunami. 

"Selain masyarakat yang harus meningkatkan kewaspadaannya, peralatan EWS juga kami chek kondisinya dan personel BPBD juga kami tingkatkan kesiagaannya," terangnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/3/2026).

Ia pun berharap sepanjang cuaca ekstrem yang masih berlangsung saat ini, masyarakat, relawan dan personel BPBD di kabupaten/kota bisa terus berkolaborasi meningkatkan kesiapsiagaannya guna mengurangi risiko bencana yang mungkin terjadi. 

"Sebetulnya, perkembangan EWS di Jatim ini bisa kami pantau lewat dashboard di kantor. Namun, pengecekan langsung ke lapangan juga perlu dilakukan, agar kami bisa mengetahui kondisi riil EWS di lokasi, supaya bisa menjadi alat deteksi dini bagi masyarakat sekitar jika terjadi bencana," pungkasnya. (pca/s)

close
Pasang Iklan Disini