BERKAH News24 - Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan pentingnya kesiapan menyeluruh calon jemaah haji (CJH) dalam pelaksanaan Manasik Haji Terintegrasi Kabupaten Lumajang Tahun 2026. Kegiatan ini sebagai bekal utama menuju pelaksanaan ibadah haji yang aman, tertib, dan khusyuk.
Indah Amperawati menyampaikan bahwa kualitas ibadah haji sangat bergantung pada kesiapan jemaah sejak dari daerah asal. Oleh karena itu, seluruh CJH diharapkan mengikuti rangkaian manasik dengan sungguh-sungguh, memahami tata cara ibadah, dan menaati seluruh ketentuan selama berada di Tanah Suci.
“Manasik ini bukan sekadar kegiatan formal, tetapi bekal utama bagi calon jemaah haji agar memiliki pemahaman yang utuh. Dengan persiapan yang baik, insyaallah pelaksanaan ibadah haji akan berjalan lancar,” ujar Indah di GOR Wira Bhakti Lumajang, Kamis (5/2/2026).
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang berkualitas. Sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama (Kemenag) dinilai menjadi kunci dalam memberikan pelayanan optimal kepada para jemaah, mulai dari tahap persiapan hingga pemulangan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Lumajang, Umar Hasan, menjelaskan bahwa manasik haji tahun 2026 dilaksanakan secara terintegrasi sebagai upaya peningkatan kualitas tata kelola haji. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada aspek ritual, tetapi juga menekankan pentingnya kesiapan teknis, kesehatan, serta kemandirian jemaah.
“Mulai tahun ini, manasik haji dilaksanakan secara terintegrasi oleh Kemenag. Kami terbuka terhadap masukan dari para calon jemaah haji agar pelayanan ibadah ke depan semakin profesional dan responsif,” jelasnya.
Umar Hasan menambahkan, dari total kuota 1.305 orang, sebanyak 1.256 calon jemaah telah melunasi biaya haji. Ia berharap para jemaah mampu mandiri selama pelaksanaan ibadah, namun tetap berada dalam sistem pendampingan, terutama bagi jemaah berisiko tinggi yang memerlukan perhatian tim medis.
Dalam kesempatan tersebut, Indah Amperawati juga mengingatkan calon jemaah untuk menjaga kesehatan, mengatur stamina, dan memperhatikan barang bawaan. Ia turut mengimbau agar jemaah yang lebih muda membantu lansia dan perempuan sebagai bentuk kepedulian sosial dan kebersamaan.
“Kepedulian sosial dan kebersamaan harus menjadi bagian dari ibadah haji. Dengan saling membantu, ibadah akan terasa lebih ringan dan bermakna,” tuturnya.
Melalui Manasik Haji Terintegrasi Kabupaten Lumajang Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap seluruh calon jemaah haji memiliki kesiapan fisik, mental, dan spiritual yang optimal. Dengan sinergi antara Pemkab, Kemenag, dan partisipasi aktif jemaah, diharapkan ibadah haji tahun ini dapat terlaksana dengan aman, nyaman, dan membawa kemabruran bagi seluruh peserta asal Lumajang.












