BERKAH News24 - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, memandang dunia modeling sebagai medium strategis untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal, terutama di kalangan generasi muda.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Anniversary ke-1 Exotic Model Management yang digelar di Gedung Pertemuan KH. Abdi Manaf, SMK Muhammadiyah Lumajang.
Menurut Dewi Natalia, modeling tidak hanya menjadi ruang ekspresi estetika, tetapi juga sarana komunikasi budaya yang mampu menjangkau publik secara luas. Melalui busana, ekspresi, serta sikap di atas panggung, seorang model diyakini sedang menyampaikan pesan mengenai identitas, nilai, dan kebanggaan terhadap daerah asal.
"Busana, ekspresi, dan panggung adalah bahasa budaya. Ketika anak-anak muda tampil dengan pemahaman nilai, mereka sedang memperkenalkan Lumajang kepada publik dengan cara yang elegan dan bermakna," ujarnya.
Ia menilai pendekatan ini sangat relevan di tengah arus globalisasi yang membuat generasi muda lebih akrab dengan budaya luar daripada budaya lokal. Modeling, jika dibingkai dengan nilai-nilai budaya, justru dapat menjadi jembatan yang mendekatkan anak muda pada akar budayanya.
Dewi Natalia juga menegaskan bahwa promosi Batik Lumajang dan produk UMKM fesyen lokal melalui panggung modeling bukan semata soal pemasaran, tetapi merupakan bentuk pendidikan kultural. Setiap motif, warna, dan desain memiliki cerita, nilai kerja keras, serta identitas masyarakat yang perlu diperkenalkan secara berkelanjutan.
"Ketika model memahami makna di balik busana yang dikenakan, maka yang ditampilkan bukan hanya keindahan visual, tetapi juga pesan budaya dan kebanggaan daerah," tegasnya.
Lebih jauh, ia berpandangan bahwa pembinaan modeling berbasis budaya dapat melahirkan generasi muda yang percaya diri, memiliki rasa memiliki, serta bertanggung jawab menjaga dan mempromosikan warisan budaya.
Dalam momentum anniversary pertama Exotic Model Management, Dewi Natalia mendorong agar lembaga tersebut terus menjadikan budaya lokal sebagai inti dalam setiap proses pembinaan. Ia meyakini, konsistensi ini akan menjadikan modeling sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang bernilai dan berkelanjutan.
"Jika modeling mampu menjadi ruang edukasi budaya, maka dampaknya tidak hanya pada individu, tetapi juga pada citra daerah secara keseluruhan," pesannya.
Sementara itu, pendiri Exotic Model Management, Hadi Purnomo, menyampaikan komitmennya untuk terus menjadikan panggung modeling sebagai sarana ekspresi budaya Lumajang.
"Kami ingin setiap penampilan menjadi cerita tentang Lumajang, tentang budaya, karya, dan kebanggaan lokal yang dibawa oleh anak-anak muda," ungkapnya.
Peringatan Anniversary ke-1 Exotic Model Management pun menjadi penegasan bahwa dunia modeling, jika berpijak pada nilai-nilai budaya, mampu memperkenalkan identitas Lumajang ke publik yang lebih luas, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah.












