BERKAH News24 — Pemerintah Kabupaten Madiun terus berkomitmen memperkuat citra daerah sebagai "Kampung Pesilat" melalui pembinaan atlet sejak dini. Salah satu langkah konkretnya ditunjukkan lewat gelaran kejuaraan pencak silat SMAPI Cup I tingkat SD dan SMP yang dibuka secara resmi oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, di SMA Negeri 1 Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Senin (12/10/2026).
Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada SMAN 1 Pilangkenceng yang turut mengambil peran aktif mendukung visi daerah. Menurutnya, untuk melahirkan atlet berprestasi, kompetisi yang berlanjut dan berkelanjutan sangat dibutuhkan demi mengasah jam terbang para atlet muda.
"Tanpa kompetisi, tidak ada prestasi. Jam terbang itu sangat dibutuhkan. Dengan bertanding sejak SD dan SMP, anak-anak akan terlatih secara strategi, teknik, penguasaan emosional, serta siap menghadapi audiens maupun lawan," ujar Hari Wuryanto.
Bupati menegaskan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, dan kedisiplinan dalam setiap pertandingan. Lebih dari sekadar olahraga, pencak silat dipandang sebagai wadah penanaman nilai budi luhur, pembentukan karakter, hingga sarana pencegahan aksi perundungan (bullying) pada anak-anak.
Guna mendukung keberlanjutan pembinaan atlet, Pemkab Madiun melalui Dinas Pendidikan tengah menyiapkan langkah strategis untuk mendirikan sekolah khusus olahraga.
"Dinas Pendidikan sudah akan menggagas sekolah olahraga. Insyaallah untuk tahun ajaran ke depan kita akan punya sekolah rintisan olahraga. Setelah rintisan ini berjalan mantap, tahun berikutnya akan kita bentuk betul-betul sekolah khusus olahraga," ungkap Hari Wuryanto.
Menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) di
Kabupaten Ngawi bulan depan, Bupati Madiun optimistis para atlet pencak silat
Kabupaten Madiun mampu memberikan penampilan terbaik dan mempertahankan
prestasi, mengingat Kabupaten Madiun sebelumnya berhasil meraih predikat juara
umum.
Sementara itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kota/Kabupaten Madiun dan Kabupaten Ngawi, Lena, menyambut positif gelaran SMAPI Cup I. Menurut Lena, selain memperkuat nilai-nilai luhur budaya bangsa yang wajib dirawat, kegiatan ini menjadi ajang penting untuk wadah bakat anak-anak.
Meskipun kurikulum khusus pencak silat di tingkat SMA merupakan kewenangan pemerintah pusat, Cabdindik memastikan pencak silat tetap menjadi prioritas utama melalui kegiatan ekstrakurikuler serta atraksi kebudayaan di sekolah.
"Sekolah-sekolah harus tetap nguri-uri (melestarikan) budaya bangsa. Pencak silat selalu ditampilkan dalam peringatan ulang tahun sekolah maupun penyambutan tamu resmi. Lewat proses silat ini, ada pendidikan karakter, disiplin, dan rasa saling menghormati yang melekat pada diri anak," jelas Lena.
Kepala SMAN 1 Pilangkenceng, Kristianita Sunaringtyas, mengungkapkan bahwa kejuaraan perdana ini mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari para pelajar. Sebanyak 288 peserta terdaftar dalam Smapi Cup I, yang terdiri dari 148 siswa tingkat SD dan sisanya berasal dari tingkat SMP.
Ajang ini juga menjadi istimewa dengan hadirnya atlet pencak silat nasional, Deni Aprisani, yang tengah melakukan safari pengenalan pencak silat di Jawa Timur.
"Alhamdulillah antusiasmenya sangat tinggi untuk kejuaraan yang baru pertama kali kami adakan. Kami sadar sertifikat kejuaraan tingkat SD dan SMP sangat dibutuhkan siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya," kata Kristianita.
Saat ini SMAN 1 Pilangkenceng memfasilitasi 16 kegiatan
ekstrakurikuler, dengan pencak silat sebagai salah satu unggulannya. Pihak
sekolah pun berkomitmen untuk melanjutkan agenda turnamen ini pada edisi-edisi
berikutnya.(as/BN24)


.jpeg)




