Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Pemkab Madiun Perkuat Peran Masyarakat dan Lintas Sektor untuk Percepat Penurunan Stunting di Saradan

BERKAH News24 — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun terus memperkuat peran serta masyarakat dan kolaborasi lintas sektor sebagai langkah strategis mempercepat pencegahan serta penurunan angka stunting. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan Sarasehan Peningkatan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat dalam Percepatan Penurunan Stunting dan Masalah Kesehatan yang digelar di Wilayah Kecamatan Saradan, Senin (19/10/2026).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Camat Saradan, para kepala desa se-Kecamatan Saradan beserta istri, kader Posyandu, serta jajaran tamu undangan lainnya.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi menegaskan bahwa stunting bukan hanya sekadar persoalan kondisi fisik anak yang lebih pendek dari usianya, melainkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak akibat kekurangan gizi kronis. Kondisi ini berpotensi menghambat kemampuan kognitif, proses belajar, hingga produktivitas anak di masa depan.

"Otak itu berkaitan erat dengan kualitas dan kapasitas perkembangan anak. Proses pembentukannya sudah dimulai sejak dalam kandungan. Oleh karena itu, pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan anak balita harus benar-benar menjadi perhatian bersama," ujar Wabup Purnomo Hadi.

Lebih lanjut, Wabup menjelaskan pencegahan stunting wajib dimulai sejak masa kehamilan melalui:

Masa Kehamilan: Pemenuhan gizi seimbang, konsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran, dan pemeriksaan kehamilan secara rutin.

Pasca Melahirkan: Inisiasi Menyusu Dini (IMD), pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, serta Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) kaya protein hewani setelah usia 6 bulan.

Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK): Imunisasi lengkap serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala di Posyandu hingga usia dua tahun.

Ia juga mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk aktif mengedukasi masyarakat. Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan saja, melainkan butuh sinergi aktif dari pemerintah desa, kader kesehatan, hingga lingkungan keluarga.

Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto memaparkan sejumlah langkah strategis untuk mempercepat penanganan stunting di wilayahnya, antara lain:

1. Penguatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP): Mengaktifkan pemeriksaan rutin, pemantauan pertumbuhan, dan pendataan anak berisiko stunting. Posyandu ILP dihadirkan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan secara berkesinambungan bagi seluruh kelompok usia (bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lansia).

2. Peran Kader dan TP-PKK: Memperkuat kapasitas kader kesehatan, Tim Penggerak PKK (TP-PKK), dan tokoh masyarakat untuk mengedukasi keluarga mengenai pola asuh sehat, gizi seimbang, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara mendalam.

3. Sanitasi dan Ketahanan Pangan Keluarga: Memastikan ketersediaan air bersih, jamban sehat, sanitasi layak guna mencegah infeksi berulang, serta mendorong desa mewujudkan status Open Defecation Free (ODF). Bupati juga mengajak masyarakat mengoptimalkan pekarangan rumah untuk budidaya ikan, unggas, dan sayuran sebagai sumber gizi mandiri.

4. Intervensi Tepat Sasaran: Penyuluhan bantuan sosial/pangan yang tepat sasaran serta pemutakhiran data ibu hamil dan balita berisiko secara berkala.

Bupati menegaskan pentingnya tindakan preventif sejak awal tanpa harus menunggu anak menunjukkan gejala gangguan pertumbuhan.

"Jangan menunggu anak menunjukkan gejala atau mengalami gangguan pertumbuhan. Pencegahan harus dilakukan sejak masa kehamilan dan berlanjut hingga anak berusia dua tahun. Kami berharap, pada tahun 2030 nanti Kabupaten Madiun dapat mencapai zero stunting demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing," pungkas Bupati Hari Wuryanto.

Melalui sarasehan ini, diharapkan kesadaran dan kepedulian masyarakat Kecamatan Saradan semakin meningkat, sehingga upaya bersama dalam mencetak generasi unggul dan berkualitas di Kabupaten Madiun dapat terwujud secara optimal.(as/BN24)

close
Pasang Iklan Disini