BERKAH News24 – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar kegiatan pembinaan kepala sekolah serta penataan tata kelola pendidikan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun, Jumat (16/10/2026).
Dalam agenda tersebut, jajaran pimpinan daerah memaparkan tiga fokus utama: penguatan pendidikan karakter peserta didik, optimalisasi program lima hari sekolah, serta akselerasi penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).
Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan komitmen pemerintah dalam membentuk karakter anak didik agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki moral dan akhlak yang baik. Untuk mewujudkannya, Pemkab Madiun menggandeng lintas pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Agama (Kemenag), guru Madrasah Diniyah (Madin), lembaga lintas agama, hingga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Sebagai langkah konkret optimalisasi program lima hari sekolah, pemerintah merancang pembiasaan keagamaan dan budi pekerti yang inklusif. Bagi peserta didik Muslim, disiapkan program khusus melalui Gerakan Ayo Mengaji. Sementara bagi peserta didik non-Muslim, pembentukan karakter dilakukan melalui kolaborasi bersama Kemenag sektor non-Muslim dan FKUB. Pembiasaan ini diharapkan tertanam sejak dini hingga menjadi budaya sehari-hari.
"Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar saja, tetapi juga harus berkarakter. Karena itu, kami menggandeng seluruh stakeholder yang ada, mulai dari Kementerian Agama hingga guru-guru Madin dan FKUB," ujar Hari Wuryanto. Program penguatan karakter ini telah mulai berjalan dan direncanakan untuk diterapkan secara masif pada semester mendatang.
Selain pendidikan karakter, Pemkab Madiun juga memberikan perhatian serius terhadap penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Berdasarkan data Dinas Pendidikan terkini, tercatat ada sekitar 3.000 anak di Kabupaten Madiun yang belum mengenyam pendidikan formal.
Melalui metode tracing (pelacakan) di lapangan, tim khusus pemerintah daerah sejauh ini telah berhasil mengembalikan 280 anak kembali ke bangku sekolah. Guna menuntaskan sisa target yang ada, Bupati Madiun menginstruksikan seluruh kepala sekolah beserta jajaran terkait untuk aktif menyisir wilayah masing-masing.
"Seluruh kepala sekolah memiliki tanggung jawab untuk melakukan tracing di wilayahnya. Mana saja anak yang tidak sekolah, supaya sisa dari 3.000 anak tersebut dapat segera kita atasi dan kembali mendapatkan hak pendidikannya," pungkas Bupati.
Melalui sinergi antara sekolah, pemerintah, dan tokoh agama ini, Pemkab Madiun optimis kualitas SDM di masa depan akan semakin meningkat secara merata dan bermoral.(as/BN24)


.jpeg)




