BERKAH News24 - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas tenaga pendidik. Salah satunya melalui upaya pemenuhan Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang prosesnya saat ini tengah disiapkan agar dapat direalisasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan, Pemprov Jatim sedang berproses mendapatkan legalitas untuk menyiapkan anggaran TPG yang semestinya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut melalui APBD.
“Kita sedang berproses untuk mendapatkan legalitas terkait Tunjangan Profesi Guru (TPG), yang semestinya merupakan anggaran dari APBN. Namun, kami akan menyiapkannya melalui APBD karena memang para guru tersebut seharusnya sudah mendapatkan haknya,” ujar Khofifah usai audiensi dengan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd, di Surabaya, Sabtu (8/8/2026).
Khofifah menjelaskan, proses tersebut telah mendapatkan dukungan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan kementerian terkait. Bukti serta dasar administrasi untuk pemenuhan TPG juga telah diproses melalui Direktorat Jenderal terkait.
Selanjutnya, kata Khofifah, akan ada surat dari Kementerian Dalam Negeri kepada Kementerian Keuangan untuk memastikan proses tersebut dapat diintegrasikan dalam Perubahan APBD (P-APBD) tahun ini.
“Akan ada surat dari Kementerian Dalam Negeri kepada Kementerian Keuangan untuk memastikan proses tersebut dapat diintegrasikan ke dalam perubahan APBD (P-APBD) tahun ini. Nilainya sekitar Rp276 miliar,” ungkapnya.
Komitmen Pemprov Jatim terhadap peningkatan kualitas pendidikan juga mendapat apresiasi dari Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. Hal tersebut disampaikan saat melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (8/8/2026).
Audiensi tersebut membahas berbagai upaya penguatan pendidikan bermutu, peningkatan kompetensi guru, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah dan PGRI dalam menghadapi tantangan pendidikan di era transformasi digital.
Unifah menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong terwujudnya pendidikan bermutu bagi seluruh masyarakat.
Menurutnya, guru merupakan salah satu elemen penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Karena itu, dukungan terhadap guru, baik melalui peningkatan kesejahteraan maupun kompetensi, menjadi bagian penting dari pembangunan sektor pendidikan.
“Kami melihat bahwa guru merupakan salah satu elemen yang sangat penting dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu. Oleh karena itu, penghargaan ini pada dasarnya merupakan bentuk apresiasi kami yang utama kepada Ibu Gubernur atas komitmen yang luar biasa terhadap dunia pendidikan,” kata Unifah.
Undang Gubernur Hadiri Go Public Fund/Fun Education
Dalam audiensi tersebut, PB PGRI juga mengundang Gubernur Jawa Timur untuk menghadiri kegiatan Go Public Fund/Fun Education yang akan digelar di Jakarta pada 15 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan yang mendorong penguatan komitmen pemerintah terhadap investasi dan pendanaan pendidikan publik yang memadai, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan.
Unifah berharap komitmen Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas pendidikan dapat turut disampaikan dalam forum tersebut. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat gerakan bersama untuk memastikan pendidikan bermutu dapat dirasakan secara merata.
Guru Didorong Kuasai Coding dan AI
Selain aspek kesejahteraan, transformasi kompetensi guru menjadi salah satu perhatian dalam penguatan pendidikan di Jawa Timur.
PGRI mendorong peningkatan kapasitas guru melalui penguasaan teknologi, termasuk coding dan Artificial Intelligence (AI). Di Jawa Timur, sebanyak 200.000 guru telah mendapatkan pelatihan coding dan AI sebagai bagian dari upaya mempersiapkan pendidik menghadapi perkembangan teknologi serta kebutuhan pembelajaran masa depan.
Penguatan kompetensi tersebut diharapkan dapat mendorong guru semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital sekaligus mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Transformasi pendidikan tidak hanya membutuhkan dukungan infrastruktur dan pembiayaan, tetapi juga sumber daya manusia yang mampu mengikuti perubahan zaman. Guru menjadi salah satu aktor utama dalam memastikan transformasi tersebut memberikan dampak nyata bagi peserta didik.
Penghargaan Dwija Praja Nugraha
Gubernur Khofifah Indar Parawansa juga menerima Penghargaan Dwija Praja Nugraha dari PB PGRI. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd.
Penghargaan Dwija Praja Nugraha merupakan bentuk apresiasi PGRI kepada kepala daerah yang dinilai memiliki komitmen kuat terhadap kemajuan pendidikan, khususnya dalam memberikan dukungan terhadap guru dan tenaga kependidikan.
Unifah menjelaskan, penghargaan tersebut memiliki kriteria khusus dengan proses penilaian yang ketat. Karena itu, penghargaan yang diberikan kepada Gubernur Jawa Timur menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Pemprov Jatim dalam mendorong pendidikan yang bermutu.
Ia juga menyampaikan, kesediaan Gubernur Jawa Timur menerima audiensi di tengah kesibukannya merupakan hal yang sangat diapresiasi oleh PGRI.
Menurut Unifah, komitmen kepala daerah menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat. Sinergi antara pemerintah, guru, organisasi profesi, dan seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk memastikan kebijakan pendidikan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Perkuat Sinergi Pemerintah dan Guru
Audiensi PB PGRI dengan Gubernur Jawa Timur tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan adaptif terhadap perubahan.
Pemenuhan hak guru melalui dukungan kesejahteraan, peningkatan kompetensi melalui pelatihan coding dan AI, serta penguatan investasi pendidikan menjadi bagian yang saling berkaitan dalam mewujudkan pendidikan bermutu.
Pemprov Jatim juga terus mendorong agar guru tidak hanya menjadi penerima kebijakan pendidikan, tetapi menjadi bagian utama dalam proses transformasi pendidikan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan organisasi profesi guru, diharapkan berbagai kebijakan dan program pendidikan dapat semakin responsif terhadap kebutuhan guru dan peserta didik, sekaligus memperluas akses terhadap pendidikan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat Jawa Timur. (jal/s)






