BERKAH News24 — Pemerintah Kabupaten Madiun terus berupaya memacu pertumbuhan investasi dan perekonomian daerah melalui efisiensi birokrasi serta perluasan kemitraan strategis.
Langkah ini ditegaskan langsung oleh Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Madiun, Ndaru Kendaryanto, di sela-sela partisipasi Pemkab Madiun pada ajang Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 yang berlangsung di Tangerang, Kamis (27/8/2026).
Dalam ajang pameran tahunan tersebut, Pemkab Madiun memboyong berbagai potensi keunggulan daerah yang disokong oleh sinergi lintas dinas dan instansi terkait.
Sektor komoditas dan industri olahan lokal menjadi salah satu magnet utama yang dipamerkan. Kabupaten Madiun dikenal luas sebagai produsen Brem dan komoditas olahan Porang, di samping komoditas perkebunan seperti kopi, kakao, serta produk pertanian dan UMKM unggulan daerah lainnya.
Di sektor pariwisata, Kabupaten Madiun menawarkan keindahan alam kawasan pegunungan Selingkar Wilis, seperti destinasi wisata Hutan Pinus Nongko Ijo, hingga wisata air Waduk Bening Widas. Selain kekayaan alam, kekayaan sejarah di Monumen Kresek dan daya tarik budaya sebagai Pusat Wisata Pencak Silat turut ditawarkan untuk menggaet minat para investor dan wisatawan mancanegara maupun domestik.
Untuk memastikan seluruh peluang komoditas dan pariwisata tersebut dapat berjalan lancar secara administratif, Pemkab Madiun menitikberatkan pada percepatan kerja sama antar-wilayah.
"Kita akan memperbanyak kerja sama MoU antar-daerah, baik itu di lingkungan Apkasi maupun khususnya di wilayah sekitar Kabupaten Madiun," ujar Ndaru Kendaryanto.
Ia menambahkan, penguatan jalinan kerja sama dan kemudahan administratif ini diharapkan menjadi stimulus utama untuk menarik minat para investor.
"Supaya nanti investasi juga bisa lebih terdorong untuk masuk ke Kabupaten Madiun," pungkasnya.
Melalui kemudahan birokrasi dan keterbukaan sinergi
antar-daerah, Kabupaten Madiun optimistis mampu menjadikan gelaran Apkasi
Otonomi Expo 2026 sebagai pintu masuk investasi baru yang berdampak nyata bagi
pertumbuhan ekonomi masyarakat.(as/BN24)






