BERKAH News24 — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pentingnya penguatan integrasi kawasan Pawitandirogo (Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo) sebagai satu kesatuan ekosistem pembangunan yang saling terhubung dan menguatkan.
Pesan tersebut disampaikan AHY secara visual dalam tayangan video, di acara Sarasehan Kemerdekaan Pawitandirogo yang digelar di Kota Madiun pada Jumat (21/8/2026).
Meskipun tidak dapat hadir secara langsung lantaran adanya tugas negara yang tidak dapat didelegasikan, AHY menegaskan komitmennya untuk mengawal pembangunan wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, AHY mengajak seluruh pemangku
kepentingan untuk tidak lagi memandang Pawitandirogo sebagai enam daerah
kabupaten/kota yang berdiri sendiri-sendiri, melainkan satu kawasan yang utuh.
Menurutnya, semangat kemerdekaan hari ini harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata
yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Semangat kemerdekaan harus kita terjemahkan menjadi kerja nyata. Dan salah satu bentuk kemerdekaan hari ini adalah ketika masyarakat memiliki akses terhadap infrastruktur yang layak, kesempatan bekerja, pendapatan yang lebih baik, dan masa depan yang semakin menjanjikan," ujar AHY.
Dijelaskan bawah koordinasi Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, terdapat lima kementerian teknis yang disinergikan untuk mengawal pembangunan kawasan. Mulai Kementerian ATR/BPN, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Transmigrasi.
AHY menegaskan bahwa penataan tata ruang, konektivitas jalan, transportasi, irigasi, hingga permukiman harus dilihat secara holistik. Ia mengingatkan bahwa pembangunan fisik bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat.
Jalan dan transportasi, harus dapat mempercepat distribusi hasil pertanian ke pasar dan menurunkan biaya logistik. Irigasi dan air harus meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Penataan kawasan harus mampu menarik investasi dan membuka lapangan kerja baru.
Salah satu poin penting yang disoroti AHY adalah
keberlanjutan sumber daya manusia di daerah. Ia tidak ingin peningkatan
infrastruktur jalan justru memicu eksodus generasi muda keluar dari daerahnya
karena ketiadaan lapangan pekerjaan.
"Saya tidak ingin jalan yang semakin bagus justru hanya menjadi jalan keluar bagi generasi muda untuk meninggalkan daerahnya karena tidak ada pekerjaan. Sebaliknya, kita ingin infrastruktur menjadi jalan masuk bagi investasi, wisatawan, peluang usaha, teknologi, dan lapangan kerja, sehingga anak-anak muda bisa memilih untuk tinggal, bekerja, berkreasi, dan membangun masa depan di tanah kelahirannya sendiri," tegas AHY.
Oleh karena itu, sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM memegang peranan kunci untuk menyerap tenaga kerja muda setempat.
Untuk mengoptimalkan potensi daerah, AHY merencanakan keterhubungan kalender acara (event calendar) lintas wilayah di Pawitandirogo—mulai dari festival budaya, olahraga, musik, hingga kegiatan berbasis alam.
Dengan keterhubungan ini, wisatawan tidak hanya berkunjung ke satu titik, melainkan bergerak antar-daerah di kawasan Pawitandirogo. Hal ini akan memperpanjang waktu tinggal wisatawan (length of stay), meningkatkan belanja di warung lokal dan UMKM, serta menggerakkan roda ekonomi masyarakat secara masif.
Mengenang pengalamannya tahun lalu yang mengikuti Ekspedisi 70 Miles Sea Paradise di Pacitan, Merdeka Run di Monumen Reog Ponorogo, serta meninjau transformasi TPA Winongo Madiun menjadi kawasan hijau produktif, AHY berharap Sarasehan Kemerdekaan kali ini melahirkan agenda aksi konkret.
"Pembangunan kewilayahan yang berhasil bukan hanya
terlihat dari banyaknya proyek yang selesai. Ukuran akhirnya adalah apakah
pendapatan masyarakat meningkat, apakah lapangan kerja bertambah, apakah daya
beli menguat, dan apakah kesejahteraan semakin merata," tutupnya.(as/BN24)






