BERKAH News24 – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus dikebut mematangkan persiapan operasional Sekolah Rakyat.
Lembaga pendidikan alternatif ini dijadwalkan akan diresmikan (launching) secara resmi pada Selasa, 14 Juli 2026 mendatang.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 177 siswa telah mendaftar dan siap menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027.
Jumlah tersebut mencakup sebagian besar dari total target kuota yang ditetapkan, yakni sebanyak 270 siswa.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Supriyadi, merinci bahwa para siswa yang terdaftar akan dibagi ke dalam tiga jenjang pendidikan, dengan alokasi masing-masing 3 rombongan belajar (rombel) per tingkatnya.
“Dari 177 siswa yang sudah terdaftar saat ini, rinciannya adalah 8 siswa untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), 90 siswa untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 77 siswa untuk Sekolah Menengah Atas (SMA),” jelas Supriyadi.
Terkait pemenuhan tenaga pendidik, Supriyadi menjelaskan bahwa pada tahap awal operasional, pihak Dinsos akan memaksimalkan peran guru tamu.
Langkah ini diambil agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terganggu dan tetap berjalan sesuai kalender akademik, sembari menunggu proses perekrutan resmi.
"Untuk tahap awal, kita maksimalkan guru tamu terlebih dahulu sambil menunggu proses perekrutan dari Kementerian Sosial (Kemensos) rampung," ujarnya.
Demi mematangkan konsep manajemen pendidik serta melihat langsung kebutuhan riil di lapangan, Dinsos telah menggandeng Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun untuk melakukan studi tiru ke Sekolah Rakyat Jombang.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menyempurnakan sistem pengelolaan guru tamu yang akan diterapkan di Madiun.
Kabar baik juga datang dari sektor infrastruktur. Supriyadi menyampaikan bahwa pembangunan fisik gedung Sekolah Rakyat saat ini sudah berjalan sangat progresif dan persentasenya telah mencapai di atas 90 persen.
Menjelang hari peluncuran resmi, Dinas Sosial berencana mengundang seluruh calon siswa beserta orang tua atau wali murid mereka untuk meninjau langsung ke lokasi sekolah.
“Seluruh siswa dan orang tua akan kita ajak untuk melihat langsung kondisi sekolah. Kita ingin mereka melihat fasilitas yang ada, agar ada rasa kepemilikan dan semangat baru dalam menyambut tahun ajaran ini,” pungkas Supriyadi.(as/BN24)










