Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Harga Beras Merangkak Naik, Bulog Madiun Pastikan Stok CBP Aman hingga Setahun ke Depan

BERKAH News24 – Harga komoditas beras di sejumlah pasar tradisional di wilayah Madiun dilaporkan mulai merangkak naik dalam beberapa hari terakhir. 

Kendati demikian, Perum Bulog Cabang Madiun meminta masyarakat tidak panik karena stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dipastikan aman dan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap berjalan normal.

Pantauan di Pasar Pagotan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun menunjukkan harga beras jenis medium mengalami kenaikan sekitar Rp500 per kilogram. Sementara itu, lonjakan lebih tinggi terjadi pada beras premium yang naik hingga Rp1.000 per kilogram.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemimpin Cabang Perum Bulog Madiun, Agung Sarianto, mengungkapkan bahwa realisasi penyaluran beras SPHP di wilayah kerjanya justru telah melampaui target tahun 2026. 

“Target penyaluran SPHP kami 8.078 ton. Sampai Selasa (7/7/2026) malam sudah tersalurkan 8.352 ton atau sekitar 103 persen,” ujar Agung saat ditemui di Gudang Bulog Nambangan Kidul, Kota Madiun, Rabu (8/7/2026).

Wilayah kerja Bulog Cabang Madiun meliputi Kabupaten Madiun, Kota Madiun dan Kabupaten Ngawi.

Agung menegaskan bahwa tingginya angka realisasi penyaluran SPHP tidak menguras habis isi lumbung pemerintah. Saat ini, Bulog Madiun masih menguasai sekitar 92.000 ton beras CBP yang tersimpan di seluruh gudang mereka.

“Stok kami sekitar 92 ribu ton untuk wilayah Madiun dan Ngawi. Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok sangat mencukupi, bahkan diperkirakan aman untuk memenuhi kebutuhan hingga satu tahun ke depan,” tegasnya.

Tingginya permintaan beras SPHP disinyalir menjadi indikator kuat bahwa masyarakat tengah memburu beras dengan harga yang lebih terjangkau di tengah fluktuasi pasar. Saat ini, permintaan beras SPHP di wilayah Madiun dan Ngawi menyentuh angka sekitar 100 ton per hari.

Untuk mengantisipasi aksi penimbunan dan menjaga pemerataan distribusi di pasar, Bulog menerapkan kebijakan pembatasan kuota pembelian bagi para pedagang.

Para pedagang hanya diperbolehkan melakukan pembelian maksimal 2 ton per pedagang dalam sekali pemesanan (order). Selain itu, pedagang baru bisa mengajukan pesanan lagi setelah stok sebelumnya habis terjual.

Terkait keluhan beberapa pedagang mengenai keterlambatan pasokan belakangan ini, Agung tidak menampik adanya kendala operasional yang sempat terjadi. Gudang Nambangan Kidul sebelumnya harus menjalani proses perawatan rutin dan fumigasi guna mencegah serangan hama pasca-panen.

Selama proses sterilisasi tersebut, arus logistik terpaksa dialihkan ke gudang lain, yang berkonsekuensi pada jarak ambil yang lebih jauh bagi sebagian pedagang. Namun, per hari ini, fasilitas tersebut dipastikan sudah kembali berfungsi penuh.

“Kemarin memang ada perawatan dan fumigasi sehingga distribusi kami alihkan ke gudang lain. Sekarang Gudang Nambangan sudah kembali beroperasi sehingga penyaluran kembali lancar,” pungkasnya.(as/BN24)


close
Pasang Iklan Disini