BERKAH News24 - Pengurus Provinsi (Pengprov) Shindoka Jawa Timur berkomitmen melakukan pembenahan tata kelola organisasi sekaligus meningkatkan prestasi atlet dalam lima tahun ke depan. Langkah tersebut menjadi fokus utama setelah H. Abdul Salam kembali dipercaya memimpin Pengprov Shindoka Jatim periode 2026-2031 melalui Musyawarah Provinsi (Musprov) yang digelar di Sidoarjo.
Ketua terpilih Pengprov Shindoka Jatim, Abdul Salam, mengatakan pembenahan organisasi menjadi kebutuhan penting agar roda kepengurusan berjalan lebih tertib, transparan, dan profesional. Menurutnya, penguatan sistem administrasi dan pengelolaan keuangan akan menjadi fondasi dalam mendukung program pembinaan atlet. "Ke depan kami ingin organisasi semakin tertib, transparan, dan mampu melahirkan prestasi yang lebih baik," ujar Abdul Salam, Selasa (23/6/2026).
Ia mengakui, selama periode kepengurusan 2021-2026, Shindoka Jatim sempat menghadapi sejumlah persoalan internal yang memengaruhi jalannya organisasi. Situasi tersebut bahkan mendorong Pengurus Besar (PB) Shindoka mengambil langkah tegas dengan memberhentikan 19 anggota senior Shindoka Jawa Timur. Meski demikian, Abdul Salam memastikan kondisi organisasi saat ini telah kembali kondusif. Karena itu, seluruh energi kepengurusan akan difokuskan pada pembinaan atlet dan peningkatan kualitas prestasi di berbagai ajang kompetisi. "Alhamdulillah sekarang sudah kondusif. Kami ingin fokus membangun prestasi dan memperkuat pembinaan atlet di daerah," katanya.
Salah satu agenda terdekat yang menjadi perhatian Pengprov Shindoka Jatim adalah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Shindoka 2026 yang akan berlangsung pada 6-8 Agustus 2026 di GOR Ciracas, Jakarta. Kejuaraan tersebut akan menjadi ajang pembuktian hasil pembinaan sekaligus tolok ukur kemampuan atlet-atlet Jawa Timur di tingkat nasional.
Sementara itu, Musprov Shindoka Jatim yang menetapkan kembali Abdul Salam sebagai ketua berlangsung lancar dan diikuti 21 peserta yang mewakili tujuh pengurus cabang di Jawa Timur. Adapun cabang yang hadir berasal dari Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, Kota Mojokerto, dan Kabupaten Mojokerto. Satu cabang yang tidak hadir dalam Musprov adalah Kota Batu.
Panitia Musprov, Sutanto, menjelaskan seluruh rangkaian kegiatan dapat terselenggara berkat dukungan pendanaan secara swadaya dari anggota organisasi dan para donatur. Dengan kondisi organisasi yang semakin solid, Pengprov Shindoka Jatim optimistis mampu memperkuat pembinaan atlet sekaligus meningkatkan prestasi di tingkat nasional. Pembenahan tata kelola yang tengah dilakukan diharapkan menjadi modal penting untuk menciptakan organisasi yang profesional dan berorientasi pada pencapaian prestasi olahraga. (hjr)






