BERKAH News24 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Kali ini, Kabupaten Madiun berhasil menyabet penghargaan bergengsi berkat inovasi dan kreativitasnya dalam pengelolaan finansial daerah.
Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas keberhasilan Pemkab Madiun dalam memecahkan kebuntuan anggaran melalui skema pembiayaan alternatif yang inovatif. Tak hanya membawa pulang trofi penghargaan, Pemkab Madiun juga berhasil mendapatkan dana insentif tambahan sebesar Rp3 miliar.
Saat dikonfirmasi mengenai tolak ukur keberhasilan tersebut, Bupati Madiun menjelaskan bahwa kunci utama penghargaan ini terletak pada keberanian daerah untuk berinovasi dan berkreasi di tengah keterbatasan ruang fiskal (anggaran) daerah. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menunda pelayanan kepada masyarakat.
"Begini, jadi karena keterbatasan fiskal daerah, kita harus berkreatif, berkreasi, berinovasi bagaimana supaya dengan keterbatasan fiskal ini kita bisa tetap melayani masyarakat," ujar Bupati Madiun, Jum'at (5/6/2026).
Salah satu bukti konkret dari kreativitas finansial yang menjadi titik dongkrak penilaian adalah penerapan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Proyek strategis seperti KPBU Alat Penerangan Jalan Umum (APJU) dan infrastruktur jalan menjadi contoh sukses bagaimana Pemkab Madiun menghadirkan fasilitas publik tanpa harus membebani APBD secara langsung di awal proyek.
Bupati menekankan, jika pemerintah daerah hanya bersikap konvensional dan pasif menunggu anggaran daerah terkumpul, maka pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini akan mandek.
"Inovasinya! Ya inovasi kita. Karena kalau misalkan saja kita menunggu numpuke duit (terkumpulnya uang), 10 tahun kita melayani masyarakat tidak akan bisa terlayani pada saat ini. Padahal itu dibutuhkan masyarakat sekarang," tegas Bupati.
Melalui metode KPBU, Pemkab Madiun berhasil mempercepat (akselerasi) pembangunan sehingga asas manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat hari ini hingga masa yang akan datang.
"Tapi kalau kita menunggu fiskal kita, ya gak teko-teko gak nyampe-nyampe (ditunggu-tunggu tidak sampai-sampai)," imbuhnya.
Atas prestasi tersebut, tambahan dana insentif sebesar Rp3 miliar berhasil diraih. Bupati Madiun menyatakan bahwa pemanfaatannya akan digodok dan direncanakan secara matang bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Bupati juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh jajaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang telah bekerja keras menelurkan inovasi-inovasi pembiayaan ini.
"Ya nanti biar dibicarakan sama Bappeda. Karena itu semua hasil karya dari teman-teman semua. Mudah-mudahan (dana ini) bisa membantu memberikan layanan terbaik pada masyarakat," pungkasnya.(as/BN24)











