Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Pemkab Ponorogo Libatkan 1.100 Prajurit pada Prosesi Kirab Pusaka

BERKAH News24 - Sebanyak 1.100 bregada (prajurit) dari Paguyuban Kawulo Keraton Surakarta (Pakasa) Gebang Tinatar Ponorogo terlibat dalam prosesi bedhol serta kirab Pusaka Lintasan Sejarah dan kegiatan ini mendapat perhatian khusus panitia besar Grebeg Suro 2026.

Dalam siaran tertulisnya Pemkab Ponorogo, Rabu (3/6/2026) Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi mengatakan Bedhol Pusaka dan Kirab Pusaka menyambut datangnya 1 Muharam 1448 Hijriah bakal berlangsung lebih meriah.

“Iring-iringan peserta Kirab Pusaka Lintasan Sejarah juga lebih panjang karena 42 sekolah ikut serta. Ini melengkapi iring-iringan kereta jajaran forkopimda, para kepala perangkat daerah, dan 21 camat,” kata Judha.

Menurut dia, menggelar event yang melibatkan banyak peserta dan konsentrasi massa dalam jumlah besar butuh persiapan matang. Panitia perlu mengantisipasi banyak hal teknis, terutama potensi penumpukan massa di sejumlah titik lintasan. “Koordinasi lintas pihak menjadi penting agar pelaksanaannya berjalan lancar, aman, dan tepat waktu,” jelasnya.

Judha memastikan 30 side event (rangkaian kegiatan) di Grebeg Suro 2026 sudah siap gelar. Namun, pihaknya merasa perlu membahas khusus sejumlah event yang melibatkan lintas sektor. Grebeg Suro 2026 akan lebih semarak.

Ketua Pakasa Gebang Tinatar, Gendut Krisdiantoro menyampaikan bahwa prosesi Bedhol Pusaka akan diawali pembacaan macapat. Ratusan bregada dan korsik korps musik (korsik) dari prajurit Kasunanan Surakarta tetap menjadi bagian dari prosesi. Gendut berencana mengundang perwakilan Pakasa Pati, Kudus, dan Pakasa Karanganyar. Prosesi Bedhol dan Kirab Pusaka tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Kata Gendut, Bedhol Pusaka dan Kirab Pusaka Lintasan Sejarah sejatinya mereka ulang perpindahan pusat pemerintahan Ponorogo dari Kota Lama ke Kota Tengah. Para bregada mengarak Tumbak Kyai Tunggul Nogo, Angkin Cindhe Puspito, dan Songsong Kyai Tunggul Wulung saat bedhol dari Pringgitan. Tiga pusaka Ponorogo itu diinapkan di Pendapa Astana Katong sebelum dikirab pulang kembali ke Pringgitan. (yan/hjr)

close
Pasang Iklan Disini