BERKAH News24 – Pemerintah Kabupaten Madiun resmi mengumumkan pemenang Sayembara Logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-458 Kabupaten Madiun.
Selamat kepada Ridho Agung Laksono, pemuda asal Desa Bongsopotro, Kecamatan Saradan, yang berhasil menyabet gelar juara dalam ajang kreatif ini.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Madiun, Robani, menyatakan bahwa karya yang terpilih tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki kedalaman makna.
“Hasil seleksi penilaian dewan juri, filosofinya lengkap,” ujar Robani kepada berkahnews24.com, Selasa (9/6/2026).
Logo karya pemenang ini dinilai sukses meliputi visi, misi, kekayaan budaya, serta potensi besar yang dimiliki Kabupaten Madiun untuk menuju masa depan yang Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera).
Bedah Filosofi Logo HUT ke-458 Kabupaten Madiun
Desain logo pemenang ini memuat elemen-elemen penting yang merepresentasikan identitas Kabupaten Madiun secara mendalam:
1. Elemen Bentuk dan Simbol
Angka 458: Melambangkan usia Hari Jadi Kabupaten Madiun. Bentuk visualnya saling terhubung, menggambarkan konsep sinergi dan kolaborasi untuk terus bergerak bersama.
Simbol Industri: Garis yang mengarah ke atas menggambarkan pengembangan kawasan industri demi mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing serta meningkatkan daya beli masyarakat.
Gapura (Alun-Alun Reksogati): Melambangkan pusat pemerintahan yang bersih, efektif, terpercaya, serta maksimal dalam pelayanan publik berbasis teknologi.
Pesilat: Menegaskan identitas Kabupaten Madiun sebagai Kampung Pesilat, yang merepresentasikan kekuatan, kebersamaan, dan kerukunan antarwarga.
Udara: Menjadi simbol sumber kehidupan, keseimbangan, serta keterhubungan melalui alur yang mengalir.
Batik (Motif Beras Kutah): Menggambarkan pelestarian warisan budaya dan inovasi. Uniknya, motif ini membentuk pola angka 206 yang mewakili jumlah desa/kelurahan di Kabupaten Madiun sebagai simbol pembangunan yang merata
Ukiran: Melambangkan nilai ekonomi dari kerajinan lokal sekaligus simbol dalam menjunjung tinggi keharmonisan dan keselarasan hidup.
Padi dan Jagung: Dua komoditas pangan utama Madiun yang menyimbolkan kemakmuran. Jumlah 15 bulir padi secara spesifik melambangkan 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Madiun.
Perkebunan: Menunjukkan potensi lereng Gunung Wilis yang subur, menempatkan Madiun sebagai salah satu lumbung pangan dan sentra hortikultura utama di Jawa Timur.
Gunung Wilis : Mewakili sektor pariwisata yang kaya, mulai dari wisata alam, agrowisata, desa wisata, hingga wisata sejarah dan budaya.
Ulir: Visualisasi gotong royong, kolaborasi, dan keselarasan yang berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat.
2. Logo Makna Warna
Warna-warna yang digunakan dalam logo ini juga dipilih dengan cermat untuk membawa pesan psikologis yang kuat:
Kuning : Melambangkan jiwa yang penuh semangat dan optimisme untuk terus berinovasi dan bergerak maju.
Hijau : Melambangkan keharmonisan, kemakmuran, dan keinginan dalam mewujudkan Madiun yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera.
Biru : Melambangkan kepercayaan, keselarasan, sinergitas, serta stabilitas antara pemerintah dan dalam pembangunan masyarakat yang berkeadilan.
Dengan logo resmi ini, Pemkab Madiun berharap seluruh elemen masyarakat dapat menggalang semangat kolaborasi dan gotong royong yang tertua di dalamnya, guna membawa Kabupaten Madiun menjadi daerah yang semakin maju dan berdaya saing.(as/BN24)




.jpg)









