BERKAH News24 — Perum BULOG Kantor Cabang Madiun bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun menggelar uji tanak beras di Kompleks Pergudangan Jeruk Gulung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Kamis (23/7/2026).
![]() |
| Pimpinan Cabang Bulog Madiun Agung Sarianto (kanan) menunjukkan kemasan beras SPHP pada Kepala Dinas Dagkop dan UM, Indra Setyawan (tengah) dan Kepala DKPP Kabupaten Madiun (kiri) |
Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan serta kualitas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi baik, berkualitas, dan layak dikonsumsi masyarakat sebelum disalurkan melalui program Bantuan Pangan dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Pemimpin Cabang Perum BULOG Madiun, Agung Sarianto, menegaskan bahwa ketersediaan beras di wilayah kerja saat ini dalam kondisi sangat aman. BULOG Cabang Madiun mencatat total stok mencapai 97.000 hingga 98.000 ton setara beras yang tersebar di gudang Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi.
“Alhamdulillah, untuk di Kantor Cabang Madiun sendiri stok kami saat ini setara dengan 97.000 ton beras. Estimasi untuk 12 bulan ke depan sangat cukup sekali,” ujar Agung.
Ia menambahkan, jumlah pasokan tersebut dipastikan akan terus bertambah seiring penyerapan hasil panen petani lokal yang masih berjalan dengan harga pembelian gabah sesuai regulasi yaitu Rp6.500 per kilogram. Seluruh beras yang tersimpan merupakan hasil panen dalam negeri dari masyarakat Madiun dan Ngawi.
Guna meyakinkan masyarakat terhadap mutu beras yang tersimpan, BULOG bersama instansi terkait melakukan uji organoleptik dan uji tanak secara terbuka.
Pemeriksaan organoleptik meliputi pengujian fisik seperti warna, kebersihan, butir patah, hingga memastikan beras bebas dari kutu. Sementara uji tanak dilakukan untuk menilai rasa, aroma, warna, dan tekstur kepulenan beras matang.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun, Paryoto, yang turut hadir di lokasi memvalidasi kualitas beras yang ada di gudang tersebut.
" Kami datang ke sini untuk menjamin uji organoleptik terhadap beras yang akan disalurkan kepada penerima bantuan pangan. Warnanya masih sangat bagus, sehingga bisa dipecah menjadi beras baru, bukan beras lama. Tidak ada kutu dan kemasannya memenuhi syarat," kata Paryoto.
Menurutnya Pemkab Madiun menjamin adanya garansi penukaran jika masyarakat menemukan beras yang tidak sesuai standar saat pendistribusian.
“Ketika nanti ada hal itu (perubahan warna/kualitas), penerima manfaat bisa langsung komplain dan akan segera kami ganti sesuai SOP yang berlaku. Ketahanan pangan tidak hanya fokus pada ketersediaan, tetapi juga jaminan saling dan keamanan pangan bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Indra Setyawan, menilai bahwa keberadaan beras berkualitas dengan harga yang terjangkau memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pangan dan daya beli masyarakat.
“Dari sisi perdagangan, ketersediaan pasokan beras yang berkualitas dan terjangkau merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas harga di masyarakat. Program SPHP Beras diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan kebutuhan masyarakat, sehingga harga beras tetap terkendali,” ujarnya.
Terkait penyaluran Bantuan Pangan beras sebanyak 3 alokasi mendatang, BULOG Madiun menyatakan telah siap dari sisi penempatan stok maupun kemasan, sambil menunggu proses pengugasan resmi dari pemerintah pusat.
Selain itu, BULOG Madiun memberikan wacana baru terkait program pengembangan SPHP. Saat ini kantor pusat bersama Kementerian Perdagangan sedang menggodok rencana publikasi dua varian beras SPHP, yakni SPHP Medium dan SPHP Premium.
Munculnya opsi SPHP Premium ini digagas untuk mengurangi tingginya harga beras premium di pasaran daerah agar tetap terjangkau oleh masyarakat. Kendati demikian, kepastian tanggal peluncuran dan kemasan barunya masih menunggu keputusan resmi dari pusat.
Sinergi antara BULOG, bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun, diharapkan terus terjalin demi menjaga stabilitas harga, keterjangkauan daya beli, serta kelancaran distribusi pangan di wilayah Madiun dan sekitarnya.(as/BN24)

.jpeg)






