BERKAH News24 – Perum BULOG Kantor Cabang Madiun telah merampungkan pendistribusian Program Bantuan Pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026.
Langkah percepatan ini diambil sebagai komitmen nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan, meningkatkan daya beli, sekaligus meringankan beban pengeluaran masyarakat.
Dalam mengantisipasi dinamika harga pangan di pasaran, BULOG Madiun menggelontorkan komoditas pokok dalam jumlah besar yang menyasar ratusan ribu keluarga Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Dengan selesainya penyaluran bantuan pangan dan minyak goreng untuk alokasi Februari dan Maret 2026, maka Bulog Madiun telah menyalurkan 5.835 Ton beras, 1.167 Kilo Liter (KL) minyak goreng, untuk 291.753 Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Penyaluran dilakukan secara bertahap namun progresif, sehingga seluruh target distribusi berhasil diselesaikan lebih cepat dari batas waktu yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas), yaitu sebelum 31 Mei 2026.
Di wilayah kerja Bulog Madiun, penyaluran bantuan untuk Kota Madiun rampung 100 persen pada bulan Maret 2026. Kabupaten Madiun rampung 100 persen pada April 2026. Dan untuk Kabupaten Ngawi selesai pada 26 Mei 2026.
Pemimpin Cabang Perum BULOG Madiun, Agung Sarianto, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi yang kuat di lapangan.
"BULOG Madiun telah menuntaskan pendistribusian bantuan pangan 100 persen kepada Keluarga Penerima Bantuan Pangan sebelum tanggal 31 Mei 2026. Hal ini diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran masyarakat, sekaligus menjadi langkah strategis pemerintah untuk mengendalikan gejolak harga pangan dan inflasi. Keberhasilan ini tidak lepas dari koordinasi dan kolaborasi yang berjalan dengan baik antara BULOG, Pemerintah Daerah, dan stakeholder terkait," ujar Agung Sarianto, Selasa (9/6/2026).
Kelancaran program ini juga diakui oleh pihak Pemerintah Daerah. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun, Paryoto, menambahkan bahwa komunikasi intensif dengan BULOG memastikan bantuan yang diterima masyarakat tidak hanya tepat waktu, tetapi juga berkualitas tinggi.
"Kami terus berkoordinasi dengan BULOG terkait penyaluran program bantuan pangan, mulai dari pengecekan kualitas hingga monitoring pelaksanaan di lapangan. Hasilnya, pendistribusian banpang (bantuan pangan) dapat berjalan dengan lancar dan diterima dengan baik oleh masyarakat," jelas Paryoto.
Program bantuan pangan ini terbukti menjadi instrumen
strategis yang langsung meringankan dapur masyarakat. Kasiem, salah seorang
warga penerima manfaat dari Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun,
menyampaikan rasa syukur dan berharap program ini bisa terus berlanjut.
"Alhamdulillah kami sangat terbantu dengan bantuan
ini. Minyak dan beras bantuan yang saya terima juga bagus, cukup untuk makan
sehari-hari jadi kami tidak perlu beli beras dan minyak lagi. Semoga bulan
depan ada bantuan seperti ini lagi," ungkap Kasiem.(as/BN24)











