Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Dekatkan Tempat Tugas Guru dengan Domisili, Pemkab Madiun Targetkan Efisiensi dan Peningkatan Kinerja ASN

BERKAH News24 – Pemerintah Kabupaten Madiun meluncurkan kebijakan strategis untuk merelokasi tempat tugas para tenaga pendidik (guru) agar lebih dekat dengan domisili tempat tinggal mereka.

Langkah ini diambil sebagai salah satu upaya nyata dalam meningkatkan kesejahteraan serta efisiensi pengeluaran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan birokrasi Kabupaten Madiun.

Wakil Bupati Madiun dr Purnomo Hadi menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan inisiatif langsung dari Bupati Madiun Hari Wuryanto, selaku Pejabat Pembina Kepegawaian. Kebijakan ini juga diselaraskan dengan semangat efisiensi daerah yang sebelumnya telah menerapkan sistem Work From Home (WFH) pada hari Jumat.

“Salah satu tujuan utamanya adalah mengurangi pengeluaran operasional birokrasi, khususnya bagi para pendidik di bawah Dinas Pendidikan,” ujar Wakil Bupati Madiun, Senin (8/6/2026).

Wabup mencontohkan salah satu kasus konkret di mana seorang guru yang sebelumnya harus menempuh perjalanan jauh dari rumahnya ke wilayah lain, kini berpindah ke sekolah yang hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari tempat tinggalnya.

“Ada selisih jarak hingga 30 kilometer. Bisa dibayangkan berapa liter bensin yang bisa dihemat dalam satu hari,” tambahnya.

Selain menekan biaya transportasi, Pemkab Madiun menekankan dua dampak positif lainnya dari kebijakan ini. Yakni guru yang diharapkan bisa hadir lebih tepat waktu karena jarak tempuh yang memangkas waktu perjalanan. Dan dengan berkurangnya beban pikiran di jalan dan kelelahan fisik, tenaga pendidik diharapkan dapat jauh lebih fokus dalam memberikan pengajaran yang optimal di sekolah.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa proses pengangkatan jabatan ini akan dilakukan secara bertahap melalui koordinasi ketat antara Sekretaris Daerah (Sekda) dan Kepala Dinas Pendidikan. 

Pemkab Madiun menjamin bahwa petunjuk teknis ini akan dijalankan secara transparan, akuntabel, dan profesional.

Wakil Bupati juga menggarisbawahi bahwa pengaturan ini bersifat universal dan murni demi birokrasi kesejahteraan, bukan kebijakan yang tendensius atau memiliki motif tersembunyi.

“Kami selalu mewanti-wanti dan mengingatkan, tidak ada istilah gratifikasi dalam proses ini. Semuanya tidak, tidak ada pungutan sama sekali. Ini demi mewujudkan visi Madiun Bersaja: Bersih, Sehat, Sejahtera,” tegasnya.

Di sisi lain, kebijakan yang bergulir ini memicu berbagai respons dari para tenaga pendidik di lapangan. 


Salah seorang guru Wieke Retnaningrum yang sebelumnya telah mengabdi selama 6 tahun di SDN Wonorejo 01 Kecamatan Mejayan, membagikan pengalamannya setelah tiba-tiba dipindahkan ke salah satu sekolah di wilayah Kecamatan Sawahan

Ia mengakui bahwa dari segi operasional, kebijakan ini membawa dampak yang sangat positif bagi kesehariannya. Jarak sekolah baru yang kini hanya berkisar 3 kilometer dari rumah membuat aktivitas mengajarnya menjadi jauh lebih mudah dan hemat.

“Pendapat saya tentu ini lebih mudah dan jauh lebih efisien. Karena dekat dengan rumah, saya bisa mengajar secara lebih optimal,” ungkapnya.

Meski demikian, ia tidak menyadari adanya rasa terkejut (syok) saat pertama kali menerima keputusan tersebut. Hal ini disebabkan karena tugas transfer ini berjalan tanpa adanya sosialisasi atau pemberitahuan awal, dan dirinya pun tidak pernah mengajukan permohonan pengobatan.

"Sebenarnya agak syok karena tanpa ada pemberitahuan sama sekali dan tiba-tiba surat dikirimkan keluar. Saya juga baru tahu kepastian lokasinya hari ini. Karena ini pertama kali saya pindah sekolah setelah 6 tahun mengajar, tentu saya harus bersiap untuk beradaptasi lagi dengan lingkungan baru," tuturnya.

Wakil Bupati Madiun berpesan agar para guru dapat menerima kebijakan positif ini dengan baik dan segera menyesuaikan diri di tempat tugas yang baru. 

Mengingat jarak kerja yang kini sudah dekat dengan keluarga dan domisili, Pemkab Madiun berharap target peningkatan profesionalisme dan kinerja pelayanan pendidikan dapat segera tercapai secara merata.(as/BN24)

close
Pasang Iklan Disini