BERKAH News24 – Bupati Madiun, Hari Wuryanto, terus menunjukkan komitmennya untuk bergerak cepat mengembangkan infrastruktur daerah tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui audiensi dan koordinasi strategis bersama Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI di Jakarta pada Senin (8/6/2026).
Pertemuan penting ini secara khusus membahas rencana penerapan mekanisme pembiayaan kreatif, yakni skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta Inpres Jalan Daerah (IJD) untuk mendukung proyek preservasi jalan di Kabupaten Madiun.
Turut hadir mendampingi Bupati, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Dari pihak Kementerian PU, audiensi ini diterima oleh Agnes Intan dan Fara Baselin selaku perwakilan staf dari Direktur terkait.
Audiensi ini merupakan langkah proaktif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun dalam menindaklanjuti dua agenda besar pembangunan nasional dan daerah:
1. Pengusulan Project Development Facility (PDF): Pemkab Madiun saat ini tengah mengajukan proses PDF ke Kementerian Keuangan RI terkait proyek kerja sama Pemda dan KPBU untuk preservasi jalan di Kabupaten Madiun.
2. Program Inpres Jalan Daerah (IJD): Menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi yang telah disosialisasikan pada 26 Mei 2026 lalu.
Dalam paparannya di hadapan perwakilan Kementerian PU, Bupati Hari Wuryanto menegaskan bahwa peningkatan pelayanan infrastruktur ini sejalan dengan visi daerah "Madiun BERSAHAJA".
Secara spesifik, langkah ini mewujudkan Misi IV, yaitu membangun sarana dan prasarana kewilayahan yang lebih memadai, merata, dan berkeadilan.
Menurut Bupati, dukungan dari Pemerintah Pusat sangat krusial mengingat pembangunan infrastruktur jalan membutuhkan alokasi anggaran yang sangat besar dan harus dilakukan secara berkelanjutan.
"Peningkatan kemantapan jalan menjadi prioritas utama kami karena merupakan infrastruktur vital yang langsung mendukung swasembada pangan serta memutar roda pertumbuhan ekonomi daerah," tegas Hari Wuryanto dalam pertemuan tersebut.
Selain mematangkan skema finansial kreatif, Bupati Madiun juga memanfaatkan momen tersebut untuk memaparkan daftar usulan penanganan sejumlah ruas jalan daerah prioritas untuk tahun anggaran 2026.
Melalui kolaborasi pembiayaan alternatif ini, Pemkab Madiun menaruh harapan besar agar usulan pembangunan infrastruktur dapat segera direalisasikan.
Dengan konektivitas jalan yang prima, diharapkan akselerasi roda ekonomi dapat berputar lebih cepat, kesejahteraan masyarakat Kabupaten Madiun meningkat pesat, sekaligus mampu menyokong penuh program ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.(as/BN24)












