BERKAH News24 – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menggelar kegiatan pembinaan bagi petugas parkir se-Kabupaten Madiun, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir.
Acara ini dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati Purnomo Hadi, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun, perwakilan Polres Madiun, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta ratusan juru parkir dari berbagai wilayah di Kabupaten Madiun.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun, Suryanto, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembinaan ini diarahkan untuk menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan profesionalisme di kalangan juru parkir. Selain itu, langkah ini menjadi upaya preventif dalam mencegah pelanggaran hukum, seperti pungutan liar (pungli) dan penyalahgunaan wewenang.
“Pembinaan ini diharapkan mampu mewujudkan pengelolaan parkir yang tertib, aman, dan nyaman, meningkatkan pelayanan publik, mendukung kelancaran lalu lintas, serta meminimalisasi konflik maupun keluhan masyarakat akibat pelayanan parkir yang kurang profesional,” jelas Suryanto.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Madiun memberikan materi terkait standar pelayanan prima bagi petugas parkir. Wakil Bupati Madiun membahas strategi optimalisasi PAD dari sektor retribusi parkir. Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun menyoroti aspek hukum dan konsekuensi tegas terhadap tindak korupsi maupun pungli.
Sedangkan dari Polres Madiun memberikan arahan teknis mengenai pengaturan parkir agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, menegaskan bahwa juru parkir memiliki kontribusi besar sebagai mitra pemerintah dalam menjaga ketertiban lalu lintas dan menyumbang retribusi daerah. Hasil dari retribusi ini nantinya akan dikembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik.
“Teman-teman juru parkir ini sangat membantu Pemerintah Kabupaten Madiun. Parkir merupakan salah satu sumber PAD yang nantinya kembali digunakan untuk pelayanan masyarakat,” ujar Purnomo Hadi.
Ia juga berpesan agar para petugas selalu mengedepankan kejujuran dan disiplin, salah satunya dengan tertib memberikan karcis resmi kepada pengguna jasa parkir.
“Kalau ingin mujur, ya harus jujur. Bentuk kejujuran salah satunya memberikan karcis resmi kepada pengguna parkir,” tegasnya.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan apresiasinya kepada Dishub atas inisiasi acara ini. Menurutnya, juru parkir adalah garda terdepan atau "wajah" dari pelayanan Pemerintah Kabupaten Madiun di mata masyarakat.
“Petugas parkir itu wajah Pemerintah Kabupaten Madiun. Kalau pelayanannya baik, masyarakat akan merasa aman dan nyaman. Tetapi kalau arogan atau tidak tertib, dampaknya langsung dirasakan masyarakat dan cepat menyebar di media sosial,” kata Bupati.
Bupati mengingatkan agar tidak ada lagi pemanfaatan badan jalan atau area terlarang yang dapat membahayakan pengguna jalan lain. Menariknya, dalam upaya modernisasi dan transparansi, Bupati Hari Wuryanto mendorong agar ke depan diterapkan sistem digitalisasi pembayaran parkir.
“Ke depan akan kita upayakan digitalisasi pembayaran parkir melalui QRIS. Ini untuk mempermudah masyarakat sekaligus meningkatkan transparansi dan meminimalkan potensi kebocoran PAD sektor parkir,” ungkapnya.
Menutup rangkaian acara, Pemkab Madiun berharap melalui pembinaan ini, seluruh petugas parkir di Kabupaten Madiun mampu bertransformasi menjadi petugas yang ramah, sopan, disiplin, dan profesional demi menjaga citra positif daerah.(as/BN24)











