BERKAH News24 — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun resmi membuka gelaran Job Fair tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, Selasa dan Rabu (19–20 Mei 2026), bertempat di Pendopo Ronggo Djumeno.
Acara tahunan yang diinisiasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) ini menjadi salah satu langkah taktis pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran secara signifikan.
Dengan mengusung tema bernuansa lokal, "Ben Bahagia Kudu Kerjo" (Jika Ingin Bahagia Harus Bekerja), pameran kesempatan kerja kali ini menyajikan lebih dari 15.000 lowongan pekerjaan dari puluhan perusahaan terkemuka.
Kepala Disnakerin Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto menjelaskan bahwa pemilihan tema berbahasa Jawa ini sengaja dilakukan agar pesan yang disampaikan lebih familiar dan dekat di hati para pencari kerja lokal.
Selama ini, banyak istilah industri yang dinilai terlalu asing bagi masyarakat awam.
"Kami berharap ke depan istilah-istilahnya lebih familier dan mudah dipahami oleh pencari kerja. Kemarin contohnya ada istilah welding, ternyata itu las. Ada juga processing, yang ternyata pelatihan memasak. Kita coba sesuaikan bahasanya dengan audiens kita," ujarnya.
Langkah ini diapresiasi positif karena dinilai mampu memangkas jarak psikologis antara pencari kerja lokal dengan dunia industri modern yang kerap menggunakan istilah asing.
Animo masyarakat dalam menyambut Job Fair 2026 tergolong sangat luar biasa. Berdasarkan data sistem online dashboard Disnakerin Kabupaten Madiun, pada Selasa pagi, jumlah pendaftar yang terverifikasi telah mencapai 4.310 orang.
Mereka bersaing untuk memperebutkan 15.038 lowongan pekerjaan dari 60 perusahaan yang berpartisipasi.
Dari total perusahaan tersebut, sebanyak 32 perusahaan membuka stan fisik langsung di Pendopo Ronggo Djumeno, sementara 28 perusahaan lainnya melayani proses rekrutmen secara tidak langsung (offline/kemitraan jarak jauh).
Instansi pendukung seperti Bank Jatim dan BPJS Ketenagakerjaan juga turut hadir membuka layanan informasi dan perlindungan ketenagakerjaan.
Mayoritas pendaftar didominasi oleh lulusan SMA/SMK sederajat yang mencapai 3.501 orang, diikuti lulusan Diploma (D1–D4) sebanyak 579 orang, D3 sebanyak 139 orang, S1 sebanyak 18 orang, serta S2 sebanyak 24 orang.
Dari segi domisili, sekitar 2.300-an pendaftar berasal dari wilayah Kabupaten Madiun, sementara sisanya merupakan pencari kerja dari wilayah sekitar seperti Ngawi, Magetan, dan Nganjuk.
Inklusi juga menjadi perhatian utama dalam gelaran kali ini. Pemkab Madiun secara khusus memfasilitasi lowongan pekerjaan ramah disabilitas di beberapa perusahaan mitra guna menjamin kesetaraan hak bekerja bagi seluruh warga negara.
Sementara guna mengantisipasi praktik-praktik yang merugikan pekerja, Disnakerin Kabupaten Madiun secara tegas melarang seluruh perusahaan peserta Job Fair untuk melakukan penahanan ijazah asli milik pelamar.
"Penahanan ijazah itu tidak diperbolehkan, sudah ada aturannya. Kami sudah sampaikan imbauan tegas ini dalam dua kali sesi technical meeting sebelum acara dimulai," tegas Kadisnakerin Arik.
Sebagai langkah preventif, pendaftaran dalam Job Fair ini didorong untuk memanfaatkan berkas digital (PDF) atau salinan fotokopi. Disnakerin Kabupaten Madiun juga menyiagakan posko aduan ketenagakerjaan yang siap melayani segala bentuk keluhan pekerja secara berkelanjutan.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan bahwa kehadiran Job Fair ini adalah bukti nyata komitmen dan kepedulian pemerintah daerah terhadap masa depan generasi muda di wilayahnya.
Mengingat lulusan baru (fresh graduate) setingkat SMA/SMK di Kabupaten Madiun bertambah sekitar 4.000 orang setiap tahunnya, pemerintah menargetkan pengurangan angka pengangguran minimal 1% per tahun.
"Jika penyerapan kerja lewat Job Fair ini bisa mencapai 4.000 orang seperti tahun lalu, kita bisa mempertahankan angka pengangguran kita di kisaran 3%, bahkan harapannya bisa kita tekan hingga ke angka 2%," ungkap Bupati Madiun saat meninjau lokasi pameran kerja.
Bupati Hari Wuryanto juga memuji kedisiplinan para pelamar yang kompak mengenakan kemeja putih dan celana hitam rapi.
"Ini bentuk komitmen nyata bahwa anak-anak kita memang benar-benar siap bekerja keras demi membantu perekonomian keluarga," imbuhnya.
Menyongsong Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei, Bupati Madiun turut berpesan agar momentum ini dimanfaatkan generasi muda untuk meningkatkan rasa nasionalisme, semangat juang, dan ketahanan diri dari iming-iming agen tenaga kerja ilegal di luar negeri.
Bupati optimistis, dengan kualitas SDM yang terus meningkat, target Indonesia Emas di tahun 2045 dapat tercapai.
Bagi para pencari kerja yang belum berhasil dalam kesempatan kali ini, Disnaker Kabupaten Madiun mengimbau agar tidak berkecil hati karena fasilitasi data dan info lowongan kerja akan terus diperbarui secara berkala, baik melalui kantor Disnakerin Kabupaten Madiun maupun melalui program Job Fair mini di masa mendatang.
Salah seorang peserta pencari kerja, Riki menyampaikan senang dengan adanya kegiatan Job Fair yang diselenggarakan Disnakerin Kabupaten Madiun ini.
Dirinya sengaja datang di acara Job Fair 2026 ini dengan berbagai persiapan.
"Membuat dan menyiapkan berkas lamaran pekerjaan yang dibutuhkan," ujarnya.
Harapannya melalui kegiatan ini bisa memperoleh pekerjaan sesuai dengan bidangnya. Bu
"Tadi melamar di beberapa perusahaan, salah satunya bidang konstruksi. Mudah mudahan diterima," tambahnya.(as/BN24)













