BERKAH News24 - Provinsi Jawa Timur hingga saat ini dipastikan belum ada laporan terkait kasus penyebaran Hantavirus. Meski begitu, Pemprov Jatim meminta agar semua pihak tidak terlena. Sebaliknya, kewaspadaan tetap terjaga.
Hantavirus memang tengah mendapat sorotan global. Hantavirus adalah kelompok virus dari genus Orthohantavirus yang umumnya dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus dan celurut. Virus ini tergolong penyakit zoonosis atau yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak menjelaskan bahwa hingga saat ini, di Jawa Timur tidak ada kasus tersebut.
"Tapi sekali lagi kita tidak boleh terlena," kata Emil Dardak di DPRD Jatim, Selasa (12/5/2026).
Emil menyebut bahwa sistem kesiagaan harus terus terjaga. Terlebih, sistem kesiagaan ini sudah terbangun pasca beberapa tahun lalu, Indonesia termasuk Jawa Timur mengalami pandemi Covid-19. Sistem kesiagaan semacam ini harus terus dijaga untuk antisipasi.
Untuk pengecekan sendiri, Emil menyebut sudah ada metodologinya yang dikoordinasikan oleh Kementerian Kesehatan.
"Jadi, tentu pemerintahan ini transparan. Apapun yang terjadi, tidak ada yang kemudian tidak disampaikan kepada publik," tandas Emil Dardak.
Pemprov Jatim pun telah menyampaikan sosialisasi terkait Hantavirus melalui laman sosial media resmi mereka. Salah satunya bagaimana tentang pencegahan Hantavirus. Dikutip dari postingan tersebut, pencegahan bisa dilakukan dengan pola hidup bersih.
Yakni selalu jaga kebersihan tempat tinggal dan kerja, tutup lubang di dinding atau atap supaya tikus tidak bisa masuk, simpan makanan dengan rapat, kelola sampah supaya tidak jadi sarang tikus lalu gunakan masker dan sarung tangan jika beresiko kontak dengan habitat hewan pengerat. (pca/hjr)











