BERKAH News24 - Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jawa Timur membekali Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan keterampilan produksi materi presentasi berbasis Artificial Intelligence (AI) melalui pelatihan internal yang digelar di Surabaya, Jumat (29/5/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi digital ASN agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu menghasilkan materi komunikasi pemerintahan yang kreatif, efektif, dan sesuai dengan tuntutan transformasi digital.
Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur, Sherlita, mengatakan pelatihan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang belajar bagi pegawai untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus mengembangkan kreativitas dalam menyusun materi presentasi berbasis teknologi.
“Manfaatkan pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas dalam menyusun presentasi berbasis AI. Belajar hari ini, praktik hari ini, sehingga mampu menghadirkan materi yang lebih inovatif, menarik, dan efektif,” ujarnya.
Sherlita juga mengapresiasi tim kreatif di lingkungan Kominfo Jatim yang selama ini berkontribusi dalam pengembangan desain visual dan pengelolaan media sosial instansi. Ia berharap semangat belajar yang dibangun melalui pelatihan tersebut dapat melahirkan berbagai inovasi baru dalam penyajian informasi publik.
Selain itu, Kominfo Jatim berencana menggelar kompetisi internal sebagai sarana untuk mendorong kreativitas pegawai dalam menghasilkan materi presentasi yang lebih menarik dan profesional.
Pelatihan tersebut menghadirkan CEO Paradise Pictures, Vicky Arief Herinadharma, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Vicky mengapresiasi langkah Kominfo Jatim yang dinilainya progresif dalam memperkenalkan pemanfaatan AI kepada seluruh pegawai.
“Saya melihat Kominfo Jatim sangat progresif karena mengajak seluruh pegawai memahami perkembangan AI. Langkah ini penting agar transformasi digital dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari untuk meningkatkan kualitas layanan publik,” katanya.
Vicky menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital, termasuk AI, perlu dipahami secara sederhana agar mudah diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Menurutnya, AI bukan untuk menggantikan manusia, melainkan menjadi alat yang dapat membantu mempercepat proses kerja, mulai dari pencarian ide, penyusunan konten, hingga pembuatan desain presentasi yang lebih menarik.
Ia juga mengajak peserta melihat perubahan cara penyampaian informasi dari masa ke masa. Jika dahulu presentasi masih mengandalkan transparansi mika dan proyektor sederhana, kini seluruh proses dapat dilakukan melalui perangkat digital yang didukung teknologi AI. “Dulu kalau membuat presentasi masih menggunakan kertas mika dan proyektor sederhana, sekarang semua bisa dilakukan dengan gadget dan teknologi digital,” ujarnya.
Selain membahas pemanfaatan teknologi, Vicky turut mengulas pentingnya strategi komunikasi publik, agenda setting, serta teknik mengemas pesan-pesan pemerintahan menjadi konten yang efektif dan mudah dipahami masyarakat.











