BERKAH News24 – Pemerintah Kabupaten Madiun terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta transparansi penyaluran bantuan sosial (bansos).
Bertempat di Aula Balai Besar Diklat Kesejahteraan Sosial Kemensos RI, Yogyakarta, Pemkab Madiun menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Stikerisasi Bantuan Sosial Tahun 2026, Kamis (21/5/2026).
Rapat dipimpin langsung Bupati Madiun Hari Wuryanto, serta dihadiri oleh jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan seluruh Camat se-Kabupaten Madiun.
Program stikerisasi ini dinilai sebagai strategi penting dalam memperkuat verifikasi sosial dan meningkatkan keterbukaan informasi kepada publik.
Dengan menempelkan tanda khusus pada rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Pemkab Madiun berharap proses validasi data di lapangan menjadi jauh lebih mudah dan akurat.
Dengan penempelan stiker ini, diharapkan akan membantu petugas lapangan dalam memverifikasi data penerima secara riil. Selain itu ada pengawasan partisipatif bagi masyarakat luas untuk ikut serta mengawasi penyaluran bantuan di lingkungan sekitar.
Serta meminimalisasi potensi adanya bantuan sosial yang salah sasaran atau tidak tepat guna.
![]() |
| Rencana desain stiker yang akan dipasang di rumah penerima Bansos |
"Stikerisasi bantuan sosial adalah upaya kita bersama untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan transparan. Ke depan, saya berharap seluruh perangkat daerah dan camat dapat bersinergi, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan," tegas Bupati Hari Wuryanto.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen besar Pemkab Madiun dalam mewujudkan birokrasi yang bersih.
Melalui koordinasi yang solid antara pemerintah daerah, pihak kecamatan, hingga tingkat desa, program stikerisasi ini diharapkan tidak hanya menjadi instrumen validasi data semata.
Lebih dari itu, program ini ditargetkan mampu mendongkrak kepercayaan publik terhadap kinerja dan akuntabilitas pemerintah.
Dengan pelaksanaan yang transparan dan akuntabel, program stikerisasi bansos 2026 ini diharapkan menjadi pilar pendukung utama dalam mewujudkan visi besar Kabupaten Madiun yang Bersahaja.(as/BN24)













