Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Peringati Harkitnas ke-118, Kabupaten Madiun Fokus Jaga Tunas Bangsa dari Jajahan Digital

BERKAH News24 – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026, di Lapangan Kecamatan Jiwab Kabupaten Madiun, Rabu (20/5/2026). 

Mengusung tema nasional "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara", momentum ini dijadikan pijakan kuat bagi Kabupaten Madiun untuk membentengi generasi muda dari dampak negatif digitalisasi serta menyiapkan estafet kepemimpinan yang tangguh.

Upacara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, pimpinan Bank Jatim, TP PKK, Dharma Wanita, para Camat, Kepala Desa/Lurah, ASN, TNI, Polri, hingga para pelajar dan mahasiswa se-Kabupaten Madiun.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Madiun membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Viada Hafid. Sambutan tersebut menyoroti transformasi perjuangan bangsa yang kini bergeser ke ranah intelektual dan digital.

Kata Bupati dalam membacakan sambutan, pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus berkomitmen melindungi tunas bangsa melalui sejumlah program taktis, diantaranya Makan Bergizi Gratis secara masif di sekolah-sekolah untuk penguatan fisik generasi masa depan. Pemerataan Akses Pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi. Layanan Cek Kesehatan Gratis untuk perlindungan medis yang adil.

Pemberlakuan PP No. 17 Tahun 2025 per 28 Maret 2026 yang menunda akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi.

Bupati Madiun menegaskan bahwa di era modern ini, tantangan terbesar bukan lagi melawan penjajah fisik, melainkan derasnya arus disinformasi.

"Tantangan kita di era digitalisasi itu sangat mudah mempengaruhi kita. Kalau kita tidak bisa memanfaatkan teknologi itu, kita yang akan terjajah oleh teknologi. Kami berharap kepada generasi muda jangan sampai terjajah oleh teknologi. Teknologi harus kita kuasai.," tegas Bupati Madiun usai upacara.

Selain menyoroti tantangan digital, Bupati Madiun juga memaparkan perkembangan (progres) pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di wilayah Kabupaten Madiun yang kini telah mencapai 60% dan ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026.

Guna mendukung keasrian dan penghijauan di lingkungan Sekolah Rakyat, Pemerintah Kabupaten Madiun juga telah mengirimkan sejumlah bibit tanaman unggulan seperti alpukat, mangga, hingga pohon pule untuk ditanam di area sekolah.

Bupati menjelaskan makna hakiki dari 'kebangkitan' bagi Kabupaten Madiun, yaitu beranjak dari kondisi yang kurang menjadi baik, dan yang sudah baik menjadi lebih baik lagi melalui kolaborasi edukasi bersama TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat.

"Harapan kami sesuai dengan visi-misi, bahwa Kabupaten Madiun harus sejahtera. Orang kalau sudah sejahtera, itu adalah hasil nyata dari sebuah kebangkitan," pungkasnya.(as/BN24)

close
Pasang Iklan Disini