Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Wagub Emil Dorong Dakwah Kreatif di Era Teknologi

BERKAH News24 - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan pentingnya transformasi dakwah di era digital saat menghadiri kegiatan Al Yasmin Bersholawat yang dirangkai dengan Launching Program Talenta Digital Santri dan Halal Bi Halal, Minggu (5/4/2026) malam.

Menurut Emil, perkembangan teknologi telah membuka peluang besar dalam menyebarkan pesan-pesan kebaikan secara lebih luas dan efektif, terutama bagi generasi muda.

“Dengan teknologi digital, apa yang dulu dianggap tidak mungkin kini menjadi mungkin. Dakwah juga harus mampu mengikuti selera generasi Z, dengan memadukan pendekatan yang kreatif, adaptif, dan berbasis digital. Ini penting agar pesan-pesan kebaikan dapat tersampaikan lebih luas, relevan, dan menyentuh generasi masa kini,” tegasnya.

Kegiatan yang digelar di halaman Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya ini berlangsung semarak dengan kehadiran ribuan jamaah. Hadir Gus Iqdam sebagai pembicara, serta lantunan hadrah dari Sabilu Taubah asal Kabupaten Blitar.

Tidak hanya itu, suasana malam semakin hidup dengan penampilan Drone Light Show yang menghiasi langit Surabaya, menambah kekhidmatan sekaligus kemeriahan kegiatan sholawat tersebut.

Founder sekaligus Pengasuh Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya, Helmi M Noor, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi titik awal penguatan peran santri dalam menghadapi era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

“Melalui sholawat dan silaturahmi ini, kami ingin meneguhkan bahwa santri tidak hanya kuat dalam nilai keagamaan, tetapi juga siap bersaing di dunia digital. Launching Talenta Digital Santri menjadi langkah nyata kami dalam mencetak generasi pesantren yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Sementara itu, Gus Iqdam atau Muhammad Iqdam Kholid mengingatkan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai pilar bangsa yang harus mampu mengikuti perkembangan zaman.

“Anak muda adalah harapan bangsa. Mereka harus kreatif dan mampu mengikuti perkembangan digital. Tapi jangan lupa, sholawat dan akhlak tetap jadi pondasi, agar semua yang dilakukan membawa kebaikan,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Pesantren Digipreneur Al Yasmin menunjukkan bahwa sinergi antara spiritualitas dan teknologi dapat berjalan beriringan, sekaligus menjadi langkah konkret dalam menyiapkan generasi santri yang unggul di era digital. (jal/s)

close
Pasang Iklan Disini