BERKAH News24 - Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Madiun masa khidmat 2025–2030 resmi dilantik dalam rangkaian acara Pengukuhan dan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) yang berlangsung khidmat di Pendopo Muda Graha, Kabupaten Madiun, Minggu malam (26/4/2026).
Mengusung tema “Peningkatan Kualitas Umat, Mendorong Kesejahteraan Sosial, Menuju Kabupaten Madiun Bersahaja”, acara ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, termasuk Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, unsur Forkopimda, Pj. Sekda Sigit Budiarto, serta perwakilan Dewan Pembina MUI Provinsi Jawa Timur.
Dalam prosesi pelantikan yang dipimpin oleh perwakilan Dewan Pembina MUI Jawa Timur, ditetapkan struktur kepemimpinan strategis untuk lima tahun ke depan. Diantaranya, Ketua Dewan Pertimbangan H. Hari Wuryanto (Bupati Madiun), Wakil Ketua Dewan Pertimbangan dr. Purnomo Hadi (Wakil Bupati Madiun), Ketua Umum MUI Kabupaten Madiun Muhammad Munir.
Ketua MUI Kabupaten Madiun, Muhammad Munir, dalam sambutannya menegaskan komitmen MUI sebagai rumah besar bagi umat Islam. Ia menekankan dua peran sentral yang akan diemban: sebagai pelayan umat (khadimul ummah) dan mitra strategis pemerintah (shodiqul hukumah).
"MUI harus hadir membina umat sekaligus mendukung program pemerintah daerah. Mari kita wujudkan program kerja lima tahun ke depan yang memberi manfaat nyata guna mewujudkan Madiun yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," ujar Munir.
Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, menegaskan bahwa MUI bukanlah lembaga politik, melainkan benteng moralitas bangsa. Beliau berharap MUI dapat menjadi mediator yang efektif antara pemerintah dan masyarakat.
"MUI memiliki peran krusial dalam mengawal informasi agar masyarakat terhindar dari hoaks dan provokasi. Sinergi ini sangat penting, terutama dalam mendukung pemberdayaan ekonomi syariah, ketahanan pangan, hingga kesehatan di Kabupaten Madiun," tegas Bupati.
Perwakilan Dewan Pembina MUI Jawa Timur, Hasan Ubaidilah, mengingatkan para pengurus akan beratnya tantangan dakwah di era digital (post-truth). Beliau menekankan bahwa pengurus MUI harus memiliki tiga karakter utama. Yaitu Alim (Berilmu luas), Abid (Ahli ibadah, dan Arif (Bijaksana secara spiritual).
"Ulama dan umara (pemerintah) harus bersinergi. Jika keduanya baik, maka masyarakat akan baik," pesan Hasan.
Dengan pengukuhan ini, MUI Kabupaten Madiun diharapkan semakin solid dalam menjalankan lima peran utamanya: sebagai pewaris nabi, pemberi fatwa, mitra pemerintah, pelayan umat, serta pelaksana amar ma’ruf nahi munkar.(as/BN24)











