BERKAH News24 - Pelaksana proyek pembangunan gedung sekolah rakyat (SR) Jawa Timur 2, saat ini tengah berusaha untuk melibatkan perajin dan usahan di daerah dalam mendukung pekerjaan tersebut.
![]() |
| Dwi Handoko, Project Manager SR Jatim 2 |
Ini menyusul adanya instruksi langsung dari Presiden Prabowo, agar seluruh proyek strategis nasional, juga melibatkan usaha usaha di tingkat lokal.
Salah satunya yakni untuk material atap bangunan yang harus menggunakan genteng tanah liat.
"Arahan dari Pak Presiden waktu di Hambalang itu gentengisasi semua SR. Jadi diminta menggunakan atap genteng," ujar Dwi Handoko, Project Manager di Sekolah Rakyat Jatim Paket 2, yang berlokasi di Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Rabu (1/4/2026).
Atas arahan tersebut pihak pelaksana berupaya untuk memaksimalkan perajin lokal dalam mendukung pekerjaan pembangunan SR di Kabupaten Madiun.
Meski sebelumnya dalam perencanaan pembangunan SR, untuk atap menggunakan bitumen.
"Gentengisasi memang kalau secara kapasitas total yang kita butuhkan untuk yang UMKM tidak bisa memenuhi. Tapi mungkin ada tiga atau empat gedung nanti kita akan memakai genteng lokal," terangnya.
Dikatakan, kebutuhan untuk gentengisasi pada proyek pembangunan SR mencapai 300 ribu genteng. Namun sayangnya kemampuan produksi perajin ditingkat lokal hanya sekitar 27 ribu saja.
"Artinya UMKM tetap kita serap, sisanya nanti mungkin produsen skala nasional," tambahnya.
Lebih lanjut dikatakan, pihaknya sudah melakukan survei sampai ke Trenggalek untuk memenuhi kebutuhan genteng dari perajin lokal.
"Sementara waktu kita kan mepet. Artinya kan harus ada alternatif itu tadi. Harus ada suplai dari pihak mungkin bukan lokal ya," imbuhnya.
![]() |
| Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU), Diana Kusumastuti saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun, Rabu (1/4/2026) |
Terkait progres pembangunan SR di Madiun dikatakan saat ini telah mencapai 18 persen, bahkan 2 persen lebih cepat dari perencanaan.
Sedangkan guna percepatan pembangunan, mengingat pada bulan Juli 2026 mendatang pembelajaran harus sudah berjalan, pihaknya akan menambah jumlah pekerja hingga 500 orang bahkan lebih.
"Terkait kualitas, namanya pekerjaan cepat harus kualitasnya juga bagus. Jangan sampai oke kita selesai di Juni tapi kualitasnya kurang bagus. Ini yang betul-betul saya jaga di SR Jatim 2 ini," pungkasnya.(as/BN24)














