BERKAH News24 - Krisis energi global akibat terjadinya geopolitik di kawasan Timur Tengah, melanda berbagai negara. Pemerintah Indonesia pun saat ini tengah berusaha melakukan berbagai bentuk efisiensi energi, agar tidak membawa dampak buruk di tanah air.
Diantaranya pemberlakuan skema work from home (WFH) yang diterapkan, sebagai upaya untuk penghematan energi.
Tentu dalam hal ini diperlukan peran semua pihak untuk secara bersama sama melakukan penghematan.
Dalam rangka mendukung program efisiensi energi tersebut, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Madiun, menghimbau seluruh masyarakat utamanya seluruh kader PKK, juga melakukan penghematan energi.
"Peran PKK untuk hemat energi itu misalnya, masak ya jangan boros-boros, seperlunya, tapi tetap memenuhi gizi keluarga," ujar Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto, usai rapat pleno PKK dan sekaligus halal bihalal TP PKK dan GOW Kabupaten Madiun, di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Rabu (8/4/2026).
Selain itu, diharapkan tidak hanya hemat energi namun juga mendukung ketahanan pangan melalui program pemanfaatan tanah pekarangan (PTP).
"Pokok tetap harus diperhatikan untuk gizi-gizinya. Untuk energi ya harus bisa-bisa menghemat. Ibu-ibu kan lebih pinter," tambahnya.
Soal pemanfaatan energi alternatif, TP PKK Kabupaten Madiun tentu akan sangat membantu bila dari dinas atau satuan kerja terkait untuk berkolaborasi.
"Nanti mungkin dari dinas akan berkolaborasi dengan PKK. Misalnya biogas. Kalau ini mungkin ya dari dinas mungkin ada juga nanti pelatihan biogas. Untuk sementara belum ada informasi," imbuhnya.
Harapannya seluruh kader PKK dapat bersinergi dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan program program PKK, dalam mewujudkan Kabupaten Madiun yang Bersahaja.(as/BN24)













