BERKAH News24 - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus mempercepat pelaksanaan transformasi bisnis melalui strategi TLKM 30 yang menjadi agenda reformasi menyeluruh perusahaan. Pada tahun 2026, Telkom menempatkan fase eksekusi sebagai momentum penting untuk memperkuat fundamental bisnis sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026) menyampaikan bahwa TLKM 30 merupakan strategi transformasi jangka menengah hingga 2030 yang dirancang untuk meningkatkan kinerja serta memperkuat daya saing Telkom sebagai enabler ekosistem digital yang kompetitif secara global.
Dian menjelaskan, bahwa transformasi TLKM 30 mencakup berbagai langkah strategis, antara lain penataan portofolio bisnis, penguatan praktik Good Corporate Governance (GCG), restrukturisasi dan streamlining anak usaha, hingga pembentukan strategic holding untuk mendorong operational excellence serta membuka potensi nilai dari aset yang dimiliki TelkomGroup.
Menurutnya, strategi tersebut juga selaras dengan agenda penguatan tata kelola BUMN melalui pendekatan total governance reset yang mendorong praktik pengelolaan perusahaan secara transparan, prudent, dan akuntabel. “Transformasi ini menekankan penguatan tata kelola yang disiplin, termasuk normalisasi aset, pengeluaran yang lebih akuntabel, serta penyelarasan pencatatan keuangan agar laporan perusahaan semakin akurat dan wajar,” ujar Dian.
Dalam implementasinya, Telkom juga berupaya meningkatkan operational excellence melalui perbaikan proses bisnis, penguatan disiplin organisasi, serta pengelolaan alokasi modal yang lebih efisien. Transformasi budaya perusahaan turut dilakukan dengan menekankan kolaborasi, akuntabilitas, dan orientasi pada kinerja.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat fundamental bisnis Telkom di tengah tantangan ketidakpastian global sekaligus mendukung kemandirian infrastruktur digital nasional. Sebagai perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan New York Stock Exchange (NYSE), Telkom juga memastikan kepatuhan terhadap berbagai regulasi yang berlaku di Indonesia maupun Amerika Serikat.
Sejumlah perkembangan transformasi TLKM 30 mulai terlihat sejak implementasinya pada pertengahan tahun lalu. Salah satunya adalah pembentukan entitas FiberCo melalui spin-off sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau InfraNexia.
Melalui entitas tersebut, Telkom akan fokus mengembangkan bisnis fiber untuk meningkatkan efisiensi operasional dan investasi sekaligus membuka peluang network sharing dan kemitraan strategis. Ke depan, InfraNexia diharapkan menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru bagi TelkomGroup.
Selain itu, Telkom juga menyiapkan langkah strategis untuk membuka potensi nilai dari aset infrastruktur digital lainnya, termasuk bisnis data center melalui NeutraDC serta bisnis menara telekomunikasi melalui Mitratel.
Di sisi lain, perusahaan juga menjalankan proses streamlining dengan menata kembali portofolio entitas usaha di lingkungan TelkomGroup. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perusahaan tetap fokus pada bisnis inti di sektor telekomunikasi dan digital sekaligus menciptakan struktur organisasi yang lebih ramping dan efisien.
Implementasi awal dari upaya tersebut ditandai dengan penandatanganan Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) oleh PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra) menuju divestasi penuh PT Administrasi Medika (AdMedika) beserta anak usahanya TelkoMedika yang bergerak di bidang third party administrator sektor kesehatan.
Selain penataan portofolio, Telkom juga memperkuat perannya sebagai strategic holding yang berfokus pada penciptaan nilai dan pengawasan tata kelola, sementara kegiatan operasional dijalankan oleh entitas operating company di masing-masing lini bisnis.
Ke depan, TelkomGroup akan memperkuat struktur bisnis melalui empat pilar utama sebagai mesin pertumbuhan perusahaan, yakni B2C, B2B ICT, Digital Infrastructure, dan International Business. “TLKM 30 kami jalankan untuk membuka nilai yang lebih besar dari seluruh potensi bisnis Telkom sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan kepada negara dan pemegang saham melalui peningkatan nilai dan dividen,” ujar Dian.
Ia menambahkan, transformasi tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional dan masyarakat melalui penyediaan layanan konektivitas digital yang semakin merata dan berkualitas. Sebelumnya, dalam agenda TelkomGroup Business Update yang diselenggarakan, Jumat (6/3), kegiatan dihadiri Direktur Legal & Compliance Telkom Andy Kelana, Direktur Wholesale & International Service Budi Satria Dharma Purba, Direktur IT Digital Faizal Rochmad Djoemadi, serta Direktur Human Capital Management Willy Saelan. (jal/hjr)













