BERKAH News24 - Pegawai di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur mengikuti kegiatan kuliah tujuh menit (kultum) setelah Salat Zuhur di Masjid Al-Qomar Kominfo Jatim, Senin (9/3/2026).
Tausiyah yang disampaikan oleh KH. Muh. Syakir Ridho, tersebut mengangkat tema Makna Al-Qur’an di Bulan Ramadan.
Dalam tausiyahnya, KH. Muh. Syakir Ridho mengajak jamaah memahami bahwa kehidupan di dunia merupakan perjalanan sementara untuk mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.
Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an yang diturunkan pada bulan Ramadan menjadi petunjuk bagi manusia dalam menjalani kehidupan.
“Ramadan dan Al-Qur’an adalah dua hal yang tidak terpisahkan, karena di bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia,” ujarnya.
Menurutnya, Al-Qur’an menjadi pedoman untuk menempuh jalan kebaikan yang diwujudkan melalui berbagai ibadah seperti salat, zakat, puasa, dan haji. Melalui ibadah-ibadah tersebut, umat Islam diharapkan mampu memperkuat iman sekaligus menyiapkan bekal untuk kehidupan setelah dunia.
Ia mengibaratkan kehidupan di dunia sebagai tempat persinggahan sementara sebelum menuju perjalanan yang sesungguhnya. Karena itu, manusia dianjurkan memperbanyak amal kebaikan sebagai bekal menuju akhirat.
“Sesungguhnya Allah telah memberikan hidayah berupa Al-Qur’an sebagai petunjuk jalan bagi manusia,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa manusia memiliki dua kemungkinan sikap dalam menerima petunjuk tersebut, yakni bersyukur dengan menjalankan ajaran Al-Qur’an atau justru mengingkarinya.
Sikap bersyukur diwujudkan melalui keimanan yang kuat serta konsistensi dalam beramal saleh.
Selain itu, jamaah juga diajak memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan meningkatkan ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Pada periode tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal karena diyakini terdapat malam Lailatul Qadar yang penuh keberkahan.
Melalui kegiatan kultum Ramadan ini, para pegawai Diskominfo Jatim diharapkan dapat menjadikan bulan suci sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat iman, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. (mar/riz/yan/hjr)













