Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Gubernur Khofifah Sampaikan Ucapan Idulfitri 1447 H di Masjid Al Akbar Surabaya

BERKAH News24 - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan ucapan selamat Idulfitri 1447 H kepada para jamaah Salat Ied di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Sabtu (21 Maret 2026).

"Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin, selamat merayakan dan menyambut Idulfitri 1447 Hijriyah," tutur Gubernur Khofifah.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah berharap seluruh ibadah Ramadan diterima Allah SWT. Ia juga berdoa agar umat Islam senantiasa dalam keadaan fitrah, memperoleh kemenangan, serta dipertemukan kembali dengan Ramadan tahun depan dalam keadaan sehat, bahagia, dan penuh berkah.

Sholat Idulfitri di MAS dipimpin oleh KH. Abdul Hamid Abdullah, Imam Besar Masjid Al Akbar Surabaya. Usai sholat, Gubernur Khofifah bersilaturahmi dengan jamaah putri, sementara Menteri Sosial Syaifullah Yusuf dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak bersilaturahmi dengan jamaah putra.

Khotib Idulfitri, KH. Ali Aziz yang juga Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)  menyampaikan khutbah dengan tema “Muslim Berdampak, Muslim Problem Solver. Disampaikannya,  bahwa idulfitri benar – benar menjadikan manusia baru, dosa diampuni Allah  dan dosa sesama manusia dituntaskan hari ini. Hilangkan dendam dan sakit hati dengan siapapun. 

“Saat kita diampuni Allah, kita memaafkan orang, kita dimaafkan orang, kita menjadi orang yang spektakuler dan orang yang mengangumkan, yakni orang yang berjalan diatas bumi dengan hati yang bersih, tidak ada rasa sombong dan benci,” ujarnya

“Kita tatap masa depan, alhamdulilah kita menjadi orang yang lebih baik, dengan STMJ, “Semakin Tua Semakin Joss. Joss Imannya, akhlaknya, kepedulian sosialnya. Jadilah muslim yang berdampak, jadilah muslim yang problem solver,” sambungnya. 

Ia berpesan, agar jamaah bisa menjadi ilmuwan yang berdampak  seperti Bapak Algoritma ,Al-Khawarizmi, atau Ibnu Sina yang merupakan Bapak Kedokteran, atau menjadi ulama yang melahirkan ratusan Lembaga Pendidikan, seperti K.H. Muhammad Hasyim Asy'ari atau K.H Ahmad Dahlan, atau jadilah Hartawan yang dermawan yang bisa mengentaskan kemiskinan.

"Bagi pemegang kekuasaan, sedekah yang terbesar dari penguasa adalah kebijakan, keputusan yang berdampak untuk kesejahteraan manusia,” jelasnya. (yan/s/p)

close
Pasang Iklan Disini